RENGAT, GORIAU.COM - Sebagai wasit pada penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indragiri Hulu seharusnya adil dan mampu menegakkan aturan permainan dengan benar. JIka memang harus mengeluarkan kartu merah, KPU juga jangan ragu-ragu, apalagi sampai takut dengan penguasa.

''KPU itu ibarat wasit, jika ada pemain yang melakukna pelanggaran berat harus diberi kartu merah dan diusir dari lapangan pertandingan. Begitu juga dalam penetapan dan verifikasi berkas Caleg, KPU Inhu harus berani mengeluarkan kartu merah mengeluarkan Golkar sebagai peserta Pemilu 2014 khusus daerah Inhu karena pendaftaran caleg Golkar sudah menyalahi persyaratan dasar Pemilu 2014,'' tegas Ivan Rivky, pengurus Partai Gerindra Inhu, Senin (6/5/2013) di kantor KPU Inhu saat mengajukan keberatan terhadap verfikasi SK Golkar Inhu.

Rivky meminta, KPU bersikap profesional karena kalau dicermati, verifikasi untuk penetapan Bacaleg hanya dilakukan untuk berkas caleg bukan verifikasi SK kepengurusan. ''Kalau SK kepengurusannya yang tak betul, itu tak ada verfikasi, mereka harus kena kartu merah dan tak boleh ikut Pemilu 2014 khusus untuk Inhu,'' tegasnya.

Karena itu, Gerindra dan beberapa partai mendorong agar KPU bersikap profesional dan tidak mudah diintervensi oleh penguasa. ''Harus profesional biar pemilu juga menghasilkan produk yang legitimate,'' tegasnya. (aun)