
PEKANBARU - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menggelar sosialiasi penyiaran dalam kegiatan Literasi Media kepada siswa SMAN 1 Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Kamis (28/7/2016).
Dalam penjelasannya, Komisioner KPID Riau Khery Sudeskan menjelaskan berbagai peraturan dan permasalahan terkait penyiaran.
"Untuk mengurangi kuantitas tayangan yang tidak mendidik di televisi kita selaku pemirsa juga harus mengurangi menonton program acara yang tidak mendidik," kata Khery.
Tayangan yang tidak mendidik tersebut menurutnya, tumbuh subur karena banyak peminat. "Jika kita sering menonton sebuah program acara, maka program acara tersebut akan mendapatkan rating dan market share yang tinggi, artinya program tersebut populer," lanjut Khery Sudeska.
Kaitannya, jika program acara tersebut populer, maka akan mempengaruhi pasar iklan yang akan banyak dipasang pada saat program itu ditayangkan. Kalau iklan banyak, juga merupakan sumber pendapatan yang besar bagi televisi dan program tersebut akan terus dipertahankan.
Khery Sudeska mengimbau agar siswa selektif dalam memilih program acara yang ditonton. "Tontonlah acara yang memang kita butuhkan saja, bermanfaat dan mempunyai nilai edukasi yang baik," ujarnya.
Kepala SMAN1 Ujungbatu, Yulisman, S.Pd, menyambut baik kedatangan KPID Riau dalam rangka Literasi Media kali ini di sekolahnya.
"Kami berharap ini tidak dilakukan sekali ini saja, tapi kontinyu di masa-masa yang akan datang, agar kesadaran siswa akan tontonan yang baik dapat selalu terawat dan terjaga," harap Yulisman. (rls)