
PEKANBARU – Tim SAR gabungan Pekanbaru , Riau berhasil menemukan korban yang loncat dari Jembatan Siak 1 Pekanbaru dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (23/3/2024). Korban atas nama Heru Pernama sebelumnya dinyatakan hilang tenggelam setelah terjatuh dari jembatan Siak 1 Jumat (22/3/2024).
Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan, Tim SAR gabungan menemukan korban sekitar 20 meter dari lokasi kejadian pertama kali korban dinyatakan hilang. Tepatnya pada titik Koordinat 0°34'32.40"N 101°32'59.71"E.
“Korban tenggelam di Sungai Siak ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan berjarak sekitar 20 meter dari lokasi pertama dinyatakan hilang,” kata Budi.
Dijelaskan Budi, setelah korban ditentukan. Selanjutnya korban dievakuasi ke rumah sakit Bhayangkara Polda Riau. Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR ditutup.
“Karena korban sudah ditemukan, maka operasi SAR ditutup dan unsur yang terlibat kembali ke instansi masing-masing dengan ucapan terima kasih,” sebutnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang pria di Pekanbaru nekat terjun ke Sungai Siak dan tenggelam, Jumat (22/3/2024). Sebelum terjun, pria itu meninggalkan secarik kertas yang tertulis nomor handphone, yang ternyata adalah nomor handphone orang tuanya.
Pria yang diketahui bernama Heru Permana (36) itu melompat dari Jembatan Siak 1 yang berada di Jalan Yos Sudarso.
Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan, sebanyak 4 orang personil yang dilengkapi peralatan dikerahkan untuk mencari korban.
"Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir ke hilir Sungai Siak. Namun, sampai sore tadi korban belum berhasil ditemukan," kata Budi kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Jumat.
Berdasarkan informasi yang diterima Basarnas Pekanbaru, korban bernama Heru Permana (36), diduga bunuh diri dengan cara meloncat dari Jembatan Siak I.
Sekitar pukul 12.00 WIB, ada warga yang melihat korban terjun dari Jembatan Siak.
"Saksi sempat melihat korban berupaya berenang. Namun, korban tenggelam sebelum sampai ke tepi," sebut Budi.
Lalu, saksi pergi ke atas jembatan dan menemukan sepasang sandal jepit serta selembar kertas tertulis nomor telepon. Ternyata, nomor tersebut merupakan nomor telepon orangtua korban. ***