JAKARTA – Kasus dugaan pelecehan seksual oleh seorang guru besar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memasuki tahap baru. Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPK) Unsoed meyakini korban lebih dari satu orang dan mengimbau mahasiswi maupun alumni yang merasa pernah mengalami pelecehan untuk melapor.

Ketua Satgas PPK Unsoed, Tri Wuryaningsih, mengatakan hingga kini baru satu laporan resmi yang diterima dari seorang mahasiswi aktif. Meski begitu, rumor yang berkembang menyebutkan ada lebih dari satu korban.

"Kami mengimbau, baik alumni maupun mahasiswa aktif, jika pernah mengalami kejadian serupa, silakan lapor. Kami punya layanan dan ruang aman untuk itu," kata Tri, Rabu (30/7/2025).

Ia menjelaskan, kejadian yang dilaporkan korban terjadi pada Februari lalu dan baru masuk ke Satgas pada April. Laporan segera ditindaklanjuti dengan pemanggilan korban, saksi, dan terlapor. Hasil pemeriksaan kemudian diserahkan ke rektor untuk proses selanjutnya.

"Kami sudah rekomendasikan ke rektor untuk membentuk tim pemeriksa disiplin. Saat ini prosesnya sedang berjalan di sana," jelasnya.

Tim pemeriksa terdiri dari unsur kepegawaian, pengawas internal, dan atasan langsung. Mereka akan mendalami hasil penyelidikan Satgas dan menyimpulkan apakah dugaan pelecehan terbukti. Jika terbukti, rekomendasi sanksi akan dikirim ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

"Kami berharap proses ini cepat selesai. Satgas tetap mendampingi korban dan terus berupaya memastikan penanganan berpihak pada kepentingan terbaik korban," ujar Tri.

Ia menambahkan, pendampingan psikologis tetap dilakukan, dan korban mendapat dukungan dari lingkungan kampus. Saat ini, aktivitas akademik korban untuk sementara ditangguhkan demi menjaga kestabilan emosinya.

Tri enggan mengungkap fakultas tempat guru besar terlapor mengajar. Namun ia memastikan, Satgas akan terbuka menerima laporan baru jika ada korban lain yang ingin bicara.***