BATANG GANGSAL, GORIAU.COM - Ambruknya Jembatan sungai Sisirih, Desa Usul, Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau selain diduga akibat aktivitas penambangan batu andesit yang berada di hulu sungai Sisirih, juga disebabkan konstruksi jembatan yang tidak sesuai dengan kondisi daerah.
Pada konstruksi jembatan, terlihat besi penahan beton jembatan yang digunakan konraktor pelaksana dinilai tidak sesuaoi dengan fisik jembatan, sehingga jembatan tersebut ketika dihantam banjir mudah roboh. Kondisi ini terkuak pada saat komisi C DPRD Inhu melakukan kunjungan lapangan memantau kondisi jembatan yang ambruk tersebut.
Juanda, anggota Komisi C DPRD Inhu mengatakan, pada saat komisi C turun, pihaknya dikejutkan dengan konstruksi jembatan yang hanya menggunakan besi yang tidak sesuai dengan fisik jembatan. ''Kontruksi jembatan itu sepertinya tidak kuat, sehingga tidak mampu menahan kuatnya hantaman aliran air yang menerjang badan jembatan itu,'' ujar Juanda.
Jembatan sungai Sisirih tersebut adalah satu-satunya akses yang menghubungkan jalan dari Desa Rantau Langsat, Desa Siambul, Desa Usul menuju Desa Seberida atau jalan lintas Timur. Sejak ambruknya jembatan itu, warga mengupayakan membangun jembatan darurat. Namun, karena keterbatasan dana dan bantuan, akhirnya warga menimbun badan jembatan dengan tanah agar dapat dilalui kenderaan.
''Warga terpaksa menimbun jembatan itu dengan swadaya agar dapat dilalui kenderaan yang mengangkut bahan baku dan pangan menuju 3 desa yang melalui jembatan itu,'' ujar Juanda. (aun/jf)