
PEKANBARU – Bupati Siak, Afni Zulkifli, memastikan kondisi kesehatan anak-anak yang menjadi korban ambruknya bangunan cagar budaya Tangsi Belanda di Kecamatan Mempura mulai stabil. Sebagian besar korban telah diizinkan pulang ke rumah masing-masing, sementara satu siswa masih menjalani perawatan intensif di ibu kota provinsi.
"Alhamdulillah, anak-anak korban musibah di Tangsi Belanda sudah pulang. Tinggal satu anak atas nama Keisya Lutfi Latifatunnisa yang dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk memastikan seluruh kondisinya benar-benar baik," ujar Afni, Ahad (1/2/2026).
Afni mengaku terus memantau perkembangan para korban, bahkan mendampingi langsung saat mereka dirawat di RSUD Tengku Rafian. Sebelum bertolak ke Jakarta untuk urusan dinas, pemimpin daerah ini menyempatkan diri menyapa Keisya melalui panggilan video untuk memberikan dukungan moril.
Sabtu malam, lima anak dan seorang guru telah diperbolehkan pulang. Menariknya, salah satu siswa diantar khusus menggunakan kendaraan dinas Bupati Siak, BM 1 S, hingga ke kediamannya. Afni menceritakan momen tersebut sebagai bentuk pelayanan langsung kepada warganya yang sedang tertimpa musibah.
"Tadinya ananda ingin pulang naik motor bersama keluarga dan merasa mabuk jika naik mobil. Alhamdulillah setelah dibujuk, akhirnya mau diantar menggunakan mobil dinas sampai ke rumah," jelasnya.
Insiden ini bermula saat rombongan siswa SD IT Baitul Ridho Lubuk Dalam melakukan studi tour di bangunan bersejarah tersebut, Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Lantai dua bangunan tiba-tiba runtuh saat sesi penjelasan berlangsung, menyebabkan 16 orang terjatuh dan tertimpa material.
Menyikapi kerusakan pada situs sejarah tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak telah mengajukan permohonan dukungan kepada pemerintah pusat. Afni menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjaga aset bangsa seperti Museum Nasional Istana Siak dan Balai Kerapatan.
"Menjaga cagar budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga merupakan bagian dari kekayaan Indonesia yang harus kita jaga bersama," tegasnya.
Mantan wartawan ini juga mengapresiasi gerak cepat anggota DPR RI daerah pemilihan Riau, Karmila Sari dan Hendry Munief, yang telah meneruskan laporan ini kepada Menteri Kebudayaan dan Menteri Pariwisata. Ia berharap segera ada langkah konkret untuk pembenahan cagar budaya di Kabupaten Siak. ***