
DUMAI, GORIAU.COM - Komisi III DPRD Kota Dumai mengaku sangat pesimis pekerjaan drainase yang menghabiskan dana APBD murni 2013 Rp11 milyar dan sumbangan dari APBD Provinsi Riau sebesar Rp12 milyar bisa selesai pada 20 Desember mendatang.
Anggota Komisi III DPRD Dumai, Tito Gito kepada GoRiau.com Selasa (19/11/2013) mengakui bahwa Dinas Pekerjaan Umum (PU) Dumai masih kurang serius dalam mengawasi dan menggesa pekerjaan fisik untuk Kota Dumai yang menghabiskan dana sebesar Rp 171 milyar untuk infrastruktur jalan, Jembatan dan Drainase.
"Kita minta dinas PU lebih serius lagi dalam mengawasi pekerjaan fisik terutama dengan lambatnya proses lelang dan pelaksanaan pekerjaan dengan rentan waktu hingga 20 Desember disinyalir akan terjadi kesembronoan dalam pengerjaan dilapangan," ujar Tito.
Ditambahkan Tito. Komisi III dengan melihat kondisi pekerjaan fisik khususnya Drainase yang sedang dilaksanakan disejumlah jalan protokol saat ini tidak akan selesai pada batas waktu pengerjaan hingga 20 Desember mendatang.
Hal itu terlihat dari pekerjaan yang sudah terealisasi masih sebagian kecil yang hanya selesai. Sementara, waktu pengerjaan hanyamenyisakan beberapa hari saja hingga 20 Desember."Kalau pekerjaannya digesa 24 jam mungkin bisa siap," ujarnya.
Sementara itu Kepal dinas PU Kota Dumai Joni Amdani mengungkapkan, proses pelelangan ratusan paket kegiatan fisik pembangunan infrastruktur daerah yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) kota Dumai, tahun 2013 sudah dikebut sejak April mendatang.
Alokasi belanja fisik Rp 171 Miliar dengan prioritas infrastruktur jalan, jembatan, drainase dan peningkatan ruas jalan utama perkotaan dan lingkungan masyarakat.
"Kita sudah menggesa mengumumkan proyek fisik yang sudah selesai administrasi dan dokumen pelelangannya pada april lalu, dengan lokasi belanja fisik Rp 171 Miliar" kata Joni diruangan kerjanya.
DPU di tahun ini juga merencanakan kegiatan penyambungan rumah pengelolaan air bersi khusus di kawasan kecamatan pinggiran, yaitu Kecamatan Medang Kampai dan Sungai Sembilan.
"Kegiatan fisik prioritas diantaranya pembukaan badan jalan di beberapa jalan lingkungan masyarakat, pengadaan air bersih di rumah warga dan pembenahan saluran drainase untuk mengatasi genangan air di perkotaan," terang Kadis PU.
Dia menjelaskan, dikebutnya pengumuman lelang proyek ini mengingat pelaksanaan kegiatan pembangunan pemerintah tidak terdesak waktu dan penyerapan anggaran bisa optimal.
Sejumlah kegiatan pembangunan tahun ini diprioritaskan selain untuk infrastruktur jalan, jembatan, drainase juga peningkatan ruas jalan utama perkotaan dan lingkungan masyarakat.
Dia melanjutkan, pelelangan proyek fisik yang dipercepat tersebut diumumkan pemerintah melalui layanan pelelangan sistem elektronik (LPSE), oleh karena itu pihaknya menggesa persiapan administrasi dan dokumen kegiatan.
"Alokasi anggaran tahun ini tidak hanya terpusat di perkotaan saja, karena dalam rangka pemerataan pembangunan, kegiatan juga kita tempatkan di beberapa kecamatan pinggiran dengan mengadakan kegiatan infrastruktur jalan dan pengadaan air bersih," tandas Joni.(egy)