PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemlihan kepala daerah (Pilkada) Riau semakin memanas. Meski syarat menjadi gubernur, wakil gubernur maupun bupati dan wallikota sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang memberi kebebasan kepada siapa saja, namun khusus untuk Riau, Komunitas Melayu Riau Bersatu (KMRB) menambahkan dengan beberapa poin yang berlatar belakang daerah.

Penambahan persyaratan itu disampaikan oleh puluhan anggota Komunitas Melayu Riau Bersatu (KMRB) yang mendatangi DPRD Riau, Senin (8/4/2013) siang. Persyaratan itu termaktub dalam warkah maklumat ang harus menjadi landasan bagi KPU dan DPRD untuk memilih gubernur, bupati maupun walikota.

Ketua KMRB, Anas Aismana mengatakan, menjelaskan, warkah maklumat merupakan landasan yang harus dipertimbangkan baik oleh KPU maupun DPRD.

''Kita antarkan warkah maklumat ini ke KPU dan DPRD Riau. Ini aspirasi dari kumpulan berbagai organisasi melayu Riau. Kami membuat syarat untuk gubri, walikota dan bupati di sini. Warkah maklumat harus dipajang di depan gedung DPRD dan menjadi pegangan buat anak cucu kita,'' ujar Anas Aisma.

Warkah maklumat berisi beberapa butir persyaratan untuk calon gubernur, bupati dan walikota. Diantaranya, harus putra melayu Riau yang bapaknya adalah alur keturunan orang melayu Riau, agama Islam, jujur, amanah, sehat jasmani dan rohani, mengenal sejarah serta adat istiadat budaya melayu Riau.

Selain itu juga menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta mempunyai iman dan taqwa, tidak terlibat dalam masalah tindak pidana apapun termasuk masalah norma susila, mempunyai jenjang pendidikan serendah-rendahnya sekolah menengah atas atau sederajat, punya wawasan dan intelektual yang tinggi, bertanggungjawab terhadap peninggalan sejarah masa lalu dan memperhatikan serta mememlihara situs cagar budaya yang ada di Riau, dapat berkerjasama dengan semua serta etnis yang ada di Riau dalam membangun Riau ke depan serta senantiasa menjaga keutuhan NKRI.

''Yang terakhir, mempunyai tekad dan taat dalam menajalankan visi dan misi provinsi Riau 2020 sebagai pusat kebudayaan melayu, pendidikan, ekonomi, perdagangan se-asia tenggara,'' ulasnya. (li)