DUMAI - Menanggapi riuhnya sentimen yang timbul akibat ucapannya saat aksi demonstrasi buruh, Wali Kota Dumai, Paisal secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Langkah cepat ini diambil demi mencegah eskalasi konflik horizontal di tengah masyarakat.

Melalui sebuah tayangan video klarifikasi, Paisal menegaskan bahwa kalimat emosional yang terlontar murni karena rasa kecewa mendalam terhadap situasi. Ia memastikan pernyataan tersebut bukanlah sebuah instruksi untuk melakukan tindakan perusakan atau anarkisme.

"Kami mengajak warga Dumai jangan mudah terprovokasi," pesan Paisal dalam rekaman tersebut.

Tawarkan Solusi Konkret

Selain meminta maaf, pucuk pimpinan Kota Dumai itu juga langsung merumuskan jalan keluar atas polemik aturan bongkar muat pelabuhan. Terdapat dua opsi strategis yang diajukan untuk mengurai benang kusut dengan pihak pelabuhan.

  • Penarikan Surat Kebijakan: Meminta otoritas pelabuhan segera mencabut surat edaran yang merugikan buruh dan membawa pembahasan regulasi tersebut ke tingkat kementerian pusat.
  • Penyelesaian Internal: Mendesak pengelola pelabuhan agar mampu menuntaskan persoalan administrasi secara mandiri secara tuntas.

"Kalau opsi kedua tidak selesai, maka kembali ke opsi pertama yaitu akan menyelesaikan di tingkat kementerian," jelas Paisal.

Harapan Menjaga Kondusivitas

Pemerintah daerah berharap seluruh elemen masyarakat bisa menahan diri dari isu liar. Imbauan khusus ini ditekankan kepada serikat pekerja serta koperasi tenaga kerja yang beroperasi di wilayah Medang Kampai maupun Sungai Sembilan.

Stabilitas keamanan dinilai sangat penting agar roda perekonomian di wilayah pesisir Riau tersebut bisa segera pulih sembari menunggu penyelesaian final terkait sengketa regulasi pelabuhan. ***