
RENGAT, GORIAU.COM - Kekisruhan yang terjadi antara Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau dengan Pemerintah Kabupaten Inhu dipastikan tak mengarah kepada perpecahan suku.
Hal ini dinyatakan pada saat pertemuan antara petinggi paguyuban suku di Inhu dengan LAMR Inhu yang digelar Kamis (23/5/2013) di Rumah Tinggi Rengat.
Hadir dalam acara itu, pengurus Ikatan Keluarga Jawa (IKJ) Inhu, Ikatan Keluarga Batak Riau (IKBR) Inhu, Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Inhu, dan Paguyuban Marga Tionghoa Indonesia (PMTI) Inhu, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Inhu, juga dihadiri Kepala Kesbang Infokom Pemkab Inhu Adri Bahar yang diwakili sekretarisnya serta para tokoh adat Melayu dari beberapa Kecamatan di Inhu.
Dalam pertemuan itu, Ketua LAMR Inhu, Haji Zulkifli Gani dan Sekretarisnya Ali Fahmi Azis membantah adanya isu yang menyatakan bahwa LAMR Inhu mengajak perang suku lain terkait pembagian dana hibah dari Pemkab Inhu. Bahkan, mereka menilai isu tersebut sengaja dihembuskan untuk memprovokasi suku lainnya agar menyerang LAMR Inhu yang sedang terjadi kekisruhan dengan Pemkab Inhu.
''Memang belakangan ini kami tengah melakukan protes terhadap Bupati Inhu yang kami anggap menghina dan bahkan menghinakan masyarakat Melayu di Inhu yang tidak hanya karena penganggaran dana hibah yang diberikan jauh lebih kecil dari paguyuban lainnya seperti IKJ. Namun, perlakuan yang dianggap menghinakan Melayu ini sudah banyak terjadi dan dicermati masyarakat Melayu Inhu,'' sebut Ketua LAMR Inhu, Zulkifli Gani dalam pertemuan itu.
Dijelaskannya, meski LAMR Inhu diberikan dana hibah jauh lebih kecil dari IKJ, namun tak pernah sedikit pun tercetus mengajak perang atau bahkan menyinggung suku Jawa dan lainnya atas persoalan tersebut. ''Ini murni protes terhadap kebijakan kebijakan Bupati Inhu yang kami lakukan. Kami merasa terhina dan dihinakan selama ini, kami nyatakan tidak pernah tercetus sedikitpun mengajak suku manapun perang seperti isu yang dihembuskan beberapa hari ini,'' jelasnya.
Pada kesempatan itu, Sekretaris LAMR Inhu, Ali Fahmi Azis dihadapan petinggi paguyuban suku di Inhu menerangkan bahwa LAMR Inhu bersama masyarakat Melayu Indragiri berencana akan menyampaikan warkah kepada Pemkab Inhu dan DPRD Inhu dalam waktu dekat ini. Warkah itu sebelumnya sudah dirapatkan dengan para tokoh adat Melayu baik di Inhu maupun di Pekanbaru.
''Ada 10 item maklumat yang akan kami sampaikan kepada Pemkab dan DPRD Inhu dalam warkah tersebut. Mungkin dalam acara pembacaan dan penyerahan warkah itu akan diikuti ribuan orang masyarakat Melayu Inhu. Intinya kami tidak menyinggung apalagi mengajak suku lainnya perang. Hal ini yang perlu kami sampaikan dalam pertemuan ini,'' ucapnya. (***/aun)