MEMILIKI orang tua yang rasis dan anti agama tidak menjadi penghalang bagi Julie untuk memeluk agama Islam. Namun, sebelum mualaf Julie sempat menganut agama lainnya.

Muslimah asal Inggris ini mengisahkan, waktu kecil dia diasuh oleh neneknya yang merupakan pemeluk Kristen yang taat, sehingga Julie pun ikut agama sang nenek.

Setelah mempelajari agama Islam, Julie meyakini bahwa Islam adalah agama yang benar, sehingga dia pun mantap berpindah keyakinan, menjadi Muslimah.

Awalnya Julie menyembunyikan keislamannya dari keluarganya, terutama dari ayah dan ibunya yang rasis dan atheis. Namun, setelah tiga tahun, orangtuanya mengetahui bahwa Julie sudah mualaf. Caci'maki pun didapatkan Julie, bahkan dihapus namanya sebagai ahli waris keluarga.

''Mereka tetap menilai saya bodoh, tapi itu tidak lebih buruk dengan pergi ke gereja. Karena mereka beranggapan (keberadaan) Tuhan itu ide konyol,'' jelas Julie, dikutip Viva.co.id, yang melansir dari channel YouTube Ayatuna Ambassador.

Usai bertengkar hebat dengan ayahnya, Julie dan keluarga tak lagi akur. Namun, keajaiban terjadi saat sang ayah mengidap Alzheimer, sehingga membuatnya lupa tentang penilaian buruknya terhadap Islam dan tak ingat pertengkaran mereka. Sayang, itu tak terjadi pada ibunya.

Selang tujuh tahun kematian ayahnya, sang ibu masih membenci Islam. Bahkan, rentetan cemooh dan komentar pedas kerap diberikan ibundanya saat Julie sedang shalat.

''Ibu saya masih benci dengan Islam. Tiap kali dia lihat saya ke kamar tidur untuk shalat, saya dapat komentar pedas, 'Kenapa kamu bersujud ke tanah? Kamu buang buang waktu. Aapa gunanya? Nikmati saja hidupmu. Kamu sudah kehilangan banyak hal karena agama konyol ini. Tapi kemudian dia mengidap kanker,'' jelas Julie.

Saat sang ibu mengidap kanker, mata hatinya mulai terbuka untuk menerima Islam. Sebab, Julie selalu bersikap baik dan ramah kepada ibunya, meski seringkali dihardik saat shalat.

Beruntung, dokter yang menangani ibunya pun beragama Islam, sehingga membuat pandangan ibunya tentang Islam berubah.

''Saya ingat persis satu komentarnya, itu seperti emas keluar dari lisannya. ‘Islam yang kamu peluk ini sangat indah,’" tuturnya menirukan perkataan sang ibu.

Hingga kondisi sang ibu melemah, Julie kerap shalat di samping ranjangnya. Dalam satu kesempatan, ibunya merintih dan meminta pada Julie didoakan dalam shalatnya agar penyakitnya sembuh.

''Itu adalah penerimaannya terhadap agama oleh karena sikap orang-orang Muslim di sekitarnya. Dia lihat perbedaannya. Orang Muslim lebih peduli dan ramah kepadanya. Mereka bicara lebih baik kepadanya,'' ungkap Julie.***