
PEKANBARU, GORIAU.COM - Khusus pasangan suami-istri yang sudah bertahun-tahun yang belum juga mendapatkan momongan tidak perlu khawatir lagi, kini Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center (PMC) hadir dengan program terbaru pelayanan bayi tabung yang ditangani oleh tim-tim ahli di bidangnya.
Sosialisasi pelayanan bayi tabung ini akan dilaksanakan RS PMC pada 24 November 2013 mendatang di Aula Granada RS PMC, Jalan Lembaga Permasyarakatan nomor 25, Pekanbaru melalui seminar. Dengan tema 'Seminar Awam Program Bayi Tabung Solusi Mendapatkan Buah Hati'. Untuk tahap awal ini, manajemen RS PMC membatasi untuk seratus pasangan dalam sosialisasi tersebut.
Sementara manajemen PMC akan mengenai biaya Rp150 ribu per pasangan. Ada tiga narasumber yang akan mengisi seminar tersebut. Diantaranya Dr Ihsan Suheimi, SpOG, Dr Irham Suheimi, SpOG dan Prof Arief Boedionono, Ph.D. Program dan pelayanan terbaru yang ditaja RS PMC ini tentunya memberikan peluang bagi pasangan suami-istri untuk solusi mendapatkan buah hati.
"Seminar ini nantinya lebih mengarah kepada pemahaman bagaimana proses dan tahapan berlangsung bayi tabung. PMC menjadi pelopor program ini khusus di Riau, namun ini bukan untuk saingan, tetapi kita ingin memberikan solusi terbaik bagi pasangan yang belum juga mendapatkan buah hati," kata Ihsan Suheimi saat jumpa pers di RS PMC Pekanbaru, Rabu (20/11/2013).
Sementara mengenai biaya, dijelaskan Ihsan, program yang bekerjasama dengan Morula in Vitro Fertilization (IVF) tengah menyediakan paket murah hingga Desember 2013 mendatang sebesar Rp41 juta. "Jika harga normal lebih dari Rp60 juta, bahkan ada yang mencapai Rp160 juta," lanjutnya.
Meski sosialisasi belum dilakukan, namun sampai saat ini sudah ada tiga pasangan yang mendaftar untuk melakukan program bayi tabung. Namun dijelaskan Ihsan, kendala utama yang akan dihadapi PMC ke depan dalam menjalan pelayanan adalah rasa malu atau minder mengikuti program ini.
"Mereka mau tapi malu. Ini salah satu kendala yang akan kita hadapi, tapi mudah-mudahan seminar nanti memberikan semangat bagi mereka (pasangan, red) agar lebih percaya diri menjalani program ini," paparnya.
Sementara mengenai peluang, Ihsan menjelaskan kesuksesan program bayi tabung berada di tingkat 40 persen. Karena dirinya menegaskan, tidak akan ada dokter atau tim ahli di dunia yang berani memastikan seratus persen keberhasilan program bayi tabung ini. "Lebih baik mencoba dari pada tidak sama sekali," pungkas Ihsan.(tri)