PEKANBARU – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau, Ir. Nofrizal, mengimbau pelaku usaha perhotelan di Riau meningkatkan kewaspadaan operasional pasca-pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sejumlah wilayah Sumatera.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi pasokan listrik yang dinilai belum sepenuhnya stabil di sejumlah daerah, sehingga banyak hotel masih mengandalkan generator set (genset) sebagai sumber listrik utama.

“Sampai hari ini kondisi listrik masih belum stabil, sehingga hotel masih banyak menggunakan genset. Takutnya kalau dialihkan penuh ke PLN, terjadi gangguan karena daya turun naik,” kata Nofrizal kepada GoRiau.com, Sabtu (23/5/2026) sore melalui sambungan telepon.

Menurut dia, tidak semua hotel memiliki kemampuan mengoperasikan genset dalam durasi panjang karena tingginya konsumsi bahan bakar serta beban penggunaan listrik yang besar.

Karena itu, PHRI Riau meminta manajemen hotel mempertimbangkan kapasitas peralatan cadangan dan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap sistem kelistrikan.

“Kita menghimbau kepada pihak hotel agar mempertimbangkan penggunaan genset, karena pemakaian listrik besar dengan genset dalam waktu lama tentu memiliki risiko,” ujarnya.

Nofrizal menegaskan, situasi pascablackout harus diperlakukan sebagai kondisi darurat yang membutuhkan langkah mitigasi lebih serius dari pengelola hotel, terutama untuk mencegah potensi gangguan teknis maupun kecelakaan.

Ia mengingatkan bahwa fluktuasi daya listrik dan penggunaan genset berkepanjangan dapat meningkatkan risiko korsleting hingga kebakaran.

“Ini sangat-sangat perlu ditingkatkan kewaspadaannya untuk pengamanan, karena mudah menyebabkan korslet dan kebakaran, apalagi terkait penggunaan lift,” katanya.

Menurut dia, PHRI Riau saat ini juga melakukan komunikasi dan pemantauan terhadap hotel-hotel di berbagai daerah untuk melihat kesiapan operasional mereka dalam menghadapi kondisi kelistrikan yang belum sepenuhnya pulih.

“Ada yang sudah berani beralih ke PLN, ada juga yang belum. Tadi kita dengar ada beberapa daerah yang listriknya belum stabil, sempat hidup lalu beberapa jam kemudian mati lagi,” ujarnya.

Meski demikian, hingga Sabtu sore, PHRI Riau mengaku belum menerima laporan resmi mengenai kerusakan fasilitas hotel akibat blackout yang berlangsung cukup lama.

“Kita belum melihat laporan dari manajemen hotel terkait kerusakan akibat pemadaman yang cukup lama itu,” kata Nofrizal.

Ia berharap pelaku industri perhotelan di Riau tetap mengedepankan aspek keselamatan, menjaga kualitas layanan, dan tidak mengambil risiko operasional di tengah masa pemulihan sistem kelistrikan.

“Kondisi ini bukan yang kita harapkan, tetapi ini situasi emergency. Karena itu hotel harus menjaga pengamanan secara ekstra ketat,” ujar dia. ***