PEKANBARU - Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid menghadiri peluncuran layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 yang digagas Pemerintah Kota Pekanbaru, Kamis (2/4/2026). Inovasi ini ditujukan sebagai pusat kontak darurat terpadu untuk memudahkan warga saat membutuhkan bantuan mendesak.

Kehadiran fasilitas panggilan tunggal tersebut dinilai sebagai terobosan positif. Masyarakat kini tidak perlu lagi menghafal banyak nomor telepon berbeda ketika berhadapan dengan situasi krisis. Cukup dengan menekan 112, publik sudah bisa memperoleh penanganan dalam berbagai kondisi darurat.

GoRiau

"Kita menyambut baik terobosan ini. Dengan satu nomor, masyarakat tidak kebingungan harus menekan nomor berapa saat menghadapi semua permasalahan darurat," kata Isa.

Panggilan terpusat ini dapat diakses untuk melaporkan beragam ancaman keselamatan publik, mulai dari insiden kebakaran, tindak kriminal, kecelakaan, hingga gangguan lingkungan seperti pohon tumbang maupun kemunculan hewan liar yang membahayakan permukiman.

GoRiau
GoRiau

"Apapun kondisi masyarakat yang merasa butuh bantuan emergency bisa langsung menghubungi 112. Ini sangat membantu," paparnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut turut menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Fokus utama yang menjadi sorotan legislatif adalah kecepatan aksi petugas di lapangan dalam menindaklanjuti setiap aduan yang masuk.

GoRiau

"Kita berharap pelayanan ini terus ditingkatkan, terutama dalam kecepatan merespons laporan masyarakat. DPRD akan terus mendukung," tegasnya.

Dalam agenda peluncuran tersebut, Isa menyempatkan diri mengamati langsung proses simulasi penggunaan fasilitas panggilan darurat. Berdasarkan hasil uji coba, setiap panggilan segera direspons oleh pihak operator dan seluruh percakapan otomatis tersimpan dalam sistem. [IMAGE-5]

Mekanisme perekaman ini dianggap sangat krusial sebagai instrumen pengawasan internal. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan setiap petugas tetap bekerja secara optimal serta serius melayani keluhan publik.

"Saya lihat saat dites, telepon langsung diangkat dan semuanya terekam. Jadi kalau ada operator yang malas-malasan atau tidak serius merespons, itu bisa diketahui dari rekaman," urainya.

GoRiau

GoRiau