
BENGKALIS, GORIAU.COM - Ketua DPRD Bengkalis Jamal, Abdillah menyindir kinerja sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terlalu sering melakukan tugas ke luar kota. Terlalu seringnya pejabat tidak berada di wilayah tugasnya, berdampak kepada kinerja SKPD yang dipimpinnya serta lambatnya pelaksanaan program pembangunan yang sudah dianggarkan dalam APBD.
''Mayoritas kepala SKPD hari ini, kerja mereka lebih banyak berada di luar kota atau luar Kabupaten Bengkalis. Tak jelas apa yang mereka urus di luar kota, sementara pekerjaan yang harus diselesaikan berada di Kabupaten Bengkalis. Ini sangat tidak efektif dan harus menjadi perhatian kepala daerah, supaya kepala SKPD lebih banyak berda di Bengkalis ini,'' tegas Jamal Abdillah, Minggu (20/10).
Ditegaskan Jamal, sudah bukan rahasia lagi ada kepala Dinas yang jarang masuk kantor sampai berminggu-minggu. Mereka itu umumnya adalah pejabat yang berasal dari luar Bengkalis, dimana keluarga mereka tinggal di Pekanbaru sehingga waktu tugas mereka lebih banyak berada di luar daerah. Sementara kadis yang sering bolos tersebut memegang jabatan kepala SKPD di tempat yang cukup strategis.
Politisi PKS ini juga menyentil setiap hari Jumat mayoritas yang antre di penyeberangan roro di Air Putih Kota Bengkalis adalah mobil pejabat. Termasuk diantara pejabat eselon III dan IV yang selalu sering berangkat. Parahnya lagi, ada pejabat yang merasa tidak perlu masuk kantor, padahal dia kepala SKPD, termasuk pada saat hearing (dengar pendapat) dengan DPRD, selalu diwakilkan kepada bawahnya.
''Dalam beberapa tahun terakhir, etos kerja kepala SKPD berikut perangkatnya cukup rendah. Kepedulian mereka terhadap kemajuan pembangunan daerah sangat rendah, seperti tidak ada rasa tanggungjawab, walau dalam berbagai kesempatan Bupati selalu mengingatkan bawahannya untuk bergerak cepat, tapi buktinya tidak demikian,'' sindir Ketua DPRD.
Bahkan ada kepala SKPD balik ke Pekanbaru hari Jumat, baru balik lagi ke Bengkalis Selasa atau Rabu. Rendahnya etos kerja serta minimnya rasa tanggungjawab tersebut, salah satu dampaknya adalah penyerapan APBD yang selalu rendah. Kemudian pelaksanaan pelelangan kegiatan pembangunan juga selalu molor hampir setiap tahunnya.
Jamal juga mencontohkan setiap ada kegiatan bupati di luar Kota Bengkalis, mayoritas kepala SKPD berangkat. Padahal tidak harus seluruh kepala SKPD harus berangkat, cukup mereka yang punya tupoksi dengan kegiatan saja ikut rombongan bupati atau wakil bupati.
''Kita sangat prihatin dengan kondisi tersebut, dimana pejabat setingkat kepala SKPD seperti tidak punya beban dalam melaksanakan tugasnya. Yang lebih menyedihkan lagi, ada pejabat yang hanya berorientasi kepada proyek semata, tetapi tugas sebenarnya seperti diabaikan,'' tutupnya.jfk