PEKANBARU - Ketua Komisi IV DPRD Riau, Parisman Ihwan, menyarankan pemerintah membuat kebijakan untuk membatasi penggunaan Pertalite dan Premium kepada masyarakat yang masuk golongan ekonomi menengah ke bawah.

Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Iwan Fatah ini menanggapi wacana penghapusan BBM jenis Premium dan Pertalite oleh pemerintah. Menurutnya, masih banyak kendaraan mewah yang menikmati premium dan pertalite.

"Kita berharap ada regulasi yang tegas mengatur tentang penggunaan BBM ini, di Jakarta itu saya masih banyak jumpa mobil-mobil mewah pakai BBM subsidi, padahal BBM subsidi itu ditujukan ke masyarakat kelas bawah," ujar Politisi Golkar ini, Jumat (31/12/2021).

Banyaknya mobil-mobil mewah yang memakai BBM bersubsidi ini, lanjutnya, membuat 'jatah' masyarakat pemilik roda dua menjadi berkurang. Sehingga, tak jarang mereka terpaksa mengisi pertalite bahkan pertamax.

Makanya, Iwan mendorong agar pemerintah membuat regulasi tegas, supaya penyaluran BBM ini bisa tepat sasaran, baik yang premium, pertalite, maupun pertamax. Terutama untuk kendaraan yang sifatnya transportasi umum.

"Kalau saran dari saya, Pertalite dan Premium itu dibatasi saja cukup untuk roda dua. Tidak susah menurut saya, tinggal dikasih pagar besi saja khusus untuk motor atau dipendekkan saja slangnya," tutupnya. ***