
PEKANBARU – Penyandang disabilitas mulai mendapat ruang dalam Pekanbaru Job Fair 2026. Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kota Pekanbaru mendorong perusahaan peserta bursa kerja menyediakan lowongan khusus bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesetaraan kesempatan kerja di ibu kota Provinsi Riau tersebut.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, langkah tersebut menjadi salah satu terobosan dalam pelaksanaan Pekanbaru Job Fair 2026 yang digelar di Mal SKA, Rabu (17/6/2026). Menurutnya, kelompok disabilitas juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh pekerjaan dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
"Tahun lalu memang kita membuka job fair, namun belum ada rekan-rekan disabilitas yang diterima. Tahun ini kita membuka kesempatan kerja bagi enam orang penyandang disabilitas dan akan terus kita dorong agar jumlahnya bertambah," kata Agung saat membuka kegiatan tersebut.
Ia menyebutkan, sejumlah perusahaan telah menyatakan kesediaannya untuk membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Di antaranya Alfamart dan Jumbo Mart yang turut berpartisipasi dalam job fair tahun ini.
Menurut Agung, angka enam lowongan yang tersedia saat ini merupakan langkah awal. Pemerintah Kota Pekanbaru akan terus mendorong perusahaan-perusahaan lain agar membuka peluang yang lebih luas bagi kelompok disabilitas pada masa mendatang.
"Tadi sudah ada enam, mudah-mudahan bisa bertambah menjadi 10 bahkan 15 orang. Kita ingin ada kesetaraan antara penyandang disabilitas dengan kita semua dalam mendapatkan kesempatan kerja," ujarnya.
Selain membuka peluang bagi penyandang disabilitas, Pekanbaru Job Fair 2026 juga menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menekan angka pengangguran yang masih menjadi persoalan di Kota Pekanbaru.
Agung mengakui masih banyak masyarakat yang menyampaikan keluhan mengenai sulitnya memperoleh pekerjaan. Bahkan tidak sedikit lulusan SMA hingga sarjana yang telah menganggur selama bertahun-tahun.
"Saya sering bertemu dengan anak-anak muda dan orang tuanya. Banyak yang menyampaikan bahwa anaknya sudah tiga tahun, empat tahun bahkan lima tahun belum mendapatkan pekerjaan meski sudah tamat kuliah," katanya.
Karena itu, Pemko Pekanbaru terus mengajak dunia usaha untuk memperluas lapangan pekerjaan. Dalam pelaksanaan job fair tahun ini, sebanyak 47 perusahaan bergabung dengan total 1.417 lowongan kerja yang tersedia bagi berbagai jenjang pendidikan.
"Kami mengajak seluruh perusahaan untuk bersama-sama membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat," ujar Agung.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru Iwan Simatupang mengatakan job fair diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru sekaligus memberikan akses informasi pasar kerja kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menekan angka pengangguran terbuka di Kota Pekanbaru.
"Kegiatan ini bertujuan memberikan kesempatan informasi pasar kerja bagi masyarakat, baik lulusan SMA, SMK maupun sarjana, sekaligus mengurangi angka pengangguran terbuka di Kota Pekanbaru," kata Iwan.
Ia menambahkan, pemerintah akan melakukan pemantauan terhadap hasil rekrutmen yang dilakukan perusahaan peserta. Seluruh perusahaan diminta melaporkan hasil proses penerimaan tenaga kerja kepada Dinas Tenaga Kerja paling lambat 30 hari setelah pelaksanaan job fair.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap dapat memastikan bahwa pelaksanaan job fair tidak hanya menjadi ajang pertemuan antara perusahaan dan pencari kerja, tetapi juga menghasilkan penyerapan tenaga kerja yang nyata. ***