DURI - Permasalahan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2016 tidak akan lama lagi. Masing-masing sekolah khususnya sekolah favorit sudah mulai galau dengan aturan yang berlaku dari Dinas Pendidikan. Pasalnya setiap aturan yang ada dijalankan oleh pihak sekolah, maka akan timbul polemik ditengah masyarakat khususnya untuk masyarakat dilingkungan sekolah.

Kepala Sekolah SMAN 2 Mandau, Hj Fadilah menyampaikan langsung kepada Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, Senin (4/4/2016) saat meninjau pelaksanaan UN di sekolahnya tersebut.

"Kami minta kepada Bupati Bengkalis, agar mencarikan solusi untuk masalah PPDB di Mandau, khususnya SMAN 2 ini. Hampir setiap tahun masyarakat tidak bisa menerima kebijakan yang dibuat oleh Dinas Pendidikan. Dan menuding pihak sekolah bermain, untuk itu, tahun ini kami minta ada kebijakan baru dan dapat diterima masyarakat," ungkap Hj Fadilah kepada Bupati Amril, seperti yang dikutip GoRiau.com.

Selain masalah PPDB, SMAN 2 Mandau juga membutuhkan sarana lainnya seperti pagar sekolah dan semenisasi lapangan sekolah. " Pagar sekolah kita sangat tidak layak lagi, dan lapangan jika hujan becek sehingga aktivitas siswa terganggu," ujarnya lagi.

Menanggapi keluhan Kepala Sekolah itu, Bupati Amril mengatakan bahwa mulai tahun ini kebijakan untuk pembangunan tingkat SMA sederajat sudah diambil alih oleh Provinsi. Namun demikian, jika ada payung hukumnya tentang usulan yang disampaikan itu menjadi kewenangan pemkab, maka akan ada upaya untuk mewujudkan harapan sekolah ini.

"Kalau mengenai PPDB, ini lah PR Dinas Pendidikan untuk mencarikan solusi. Bagaimana PPDB ini tertib dan aman, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Memang harus berbenah, jika sistemnya kurang tepat, harus kita perbaiki," ujar Amril Mukminin.***