
SIAK - Kabupaten Siak memiliki sejarah panjang dengan Malaysia karena masih ada keterkaitan darah dengan Negeri Malaka dan Kerajaan Trengganu. Tak heran jika konsultan Malaysia sangat peduli dengan Siak yang budaya melayunya masih sangat kental dan mayoritas masyarakat beragama muslim.
Hal itu diungkapkan Bupati Siak, Drs H Syamsuar saat Safari Ramadan pertama di Kabupaten Siak, tepatnya di Masjid Nur Huda, Kelurahan Sungai Mempura, Kecamatan Mempura, Senin (29/5/2017) malam. Siak ini salah satu daerah yang kaya potensi pariwisata dan budaya di Provinsi Riau. Sehingga kerjasama dengan Malaysia ini harus terealisasi dengan baik.
"Saat saya berkunjung ke konsultan Malaysia, banyak orang Malaysia itu yang bertanya soal Siak. Mereka menilai keramah tamahan masyarakat di Siak sama dengan melestarikan kebudayaan di Siak, berbeda dengan Malaysia yang sudah banyak perubahannya, Siak masih kental dengan budaya Melayunya," ucap Syamsuar berharap agar masyarakat Siak dapat mempertahankan keramah tamahannya.
Tak hanya itu, Bupati Syamsuar juga berharap anak didik atau generasi muda di Siak ini juga hendaknya mengetahui sejarah-sejarah Siak secara keseluruhan. Dimana ini nantinya akan berkaitan, modal masyarakat sebagai pemandu wisata saat banyak wisatawan lokal ataupun manca negara yang datang ke negeri Istana Matahari Timur ini.
"Saya cukup bangga dengan anak-anak SMKN 1 Kandis yang masuk 30 besar lomba kreasi audio visual sejahar yang ditaja oleh Dirjen Kebudayaan Direktorat Sejarah, Kementrian Pendidikan Indonesia tahun 2017 pada April lalu. Dimana mereka-mereka ini sangat hafal tentang sejarah masa kepemimpinan Sultan Syarif II dan sejarah lainnya tentang Siak. Jika banyak anak-anak di Siak yang tahu sejarah Siak ini itu akan menguntungkannya, mereka bisa menjadi pemandu wisata," terang Polisiti Partai Golkar ini dalam sambutannya yang dikutip GoRiau.com (GoNews Grup).
Pemkab Siak sendiri dalam mengembangkan pariwisata di Siak ini sudah merancang pembangunan ke depan bersama Kementrian PU. Kementrian Pendidikan, dan Kebudayaan juga akan digandengn untuk membuat film dokumenter mengenai sejarah Siak Sri Indrapura ini.
"Siak ini sebuah Kerajaan yang kaya cagar budaya yang harus kita jaga dan sejarah yang harus terus kita gali serta sampaikan kepada generasi penerus kita. Masyarakat Siak harus tetap peduli dalam melestarikan kebudayaan yang berkaitan dengan nuasa keadatan disini," tuturnya. ***