PEKANBARU – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI memberikan atensi khusus terhadap penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria di Kabupaten Rokan Hilir. Tim gabungan beserta logistik medis telah diterjunkan untuk mengatasi krisis kesehatan yang berkepanjangan di daerah tersebut.

Bantuan vital yang disalurkan mencakup alat Rapid Diagnostic Test (RDT) hingga obat antimalaria berbasis kombinasi artemisinin (ACT). Langkah taktis ini diambil agar fasilitas layanan kesehatan setempat mampu menangani lonjakan pasien secara cepat dan tepat.

"Beberapa upaya juga telah dilakukan untuk mengatasi masalah malaria di Rokan Hilir. Baik berupa distribusi logistik kesehatan yakni pengiriman obat-obatan dan peralatan medis," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, Jumat (13/2/2026).

Zulkifli merincikan, selain pasokan obat, kapasitas layanan medis di garis depan juga terus diperkuat. Mobilisasi tenaga kesehatan tambahan dilakukan secara masif untuk menangani warga yang terinfeksi parasit.

"Penguatan kapasitas pelayanan kesehatan berupa mobilisasi tenaga medis, termasuk dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya," paparnya.

Tindakan medis ini turut dibarengi dengan operasi pemberantasan nyamuk sebagai pembawa parasit. Tim di lapangan gencar melakukan fogging untuk membasmi nyamuk dewasa serta larvasidasi guna menghentikan siklus perkembangbiakan jentik di genangan air.

"Selain itu juga kita mengedukasi masyarakat dengan mengkampanyekan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gejala malaria, pentingnya pengobatan dini, dan cara pencegahan," urainya. ***