
JAKARTA -- Angka kematian akibat Covid-19 di Tanah Air pada gelombang kedua ini meningkat lebih 400 persen bila dibanding gelombang pertama. Paling tinggi di Jawa Barat (Jabar) mencapai 463 persen.
Dikutip dari Kompas.com, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebutkan, angka kematian yang tinggi seharusnya dapat segera diperbaiki. Salah satu yang bisa dilakukan menekan angka kasus aktif secara maksimal.
''Angka kematian yang terus meningkat ini tentunya tidak dapat ditoleransi, karena 1 kematian saja terbilang nyawa,'' kata Wiku melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (1/7/2021).
Dituturkan Wiku, ada lima provinsi yang mencatatkan angka kematian pasien Covid-19 tertinggi belakangan ini, yang seluruhnya berada di Pulau Jawa.
Pertama, Jawa Barat naik 463 persen.Kemudian DKI Jakarta naik 236 persen, DI Yogyakarta naik 148 persen, Jawa Timur naik 145 persen, dan Jawa Tengah naik 75 persen.
Saat ini, sambung Wiku, provinsi yang menyumbangkan kasus aktif tertinggi adalah DKI Jakarta dengan 57.295 kasus, Jawa Barat 43.436 kasus, Jawa Tengah 33.805 kasus, DI Yogyakarta 8.917 kasus, dan Jawa Timur 7.488 kasus.
Wiku menyampaikan, fokus utama dalam menekan angka kematian adalah memastikan penanganan pasien Covid-19 sebaik mungkin, utamanya pada pasien gejala sedang-berat.
Namun, melihat fakta bahwa saat ini kelima provinsi di Pulau Jawa mencatatkan angka keterisian tempat tidur isolasi dan ICU di atas 70 persen, bahkan DKI mencapai lebih dari 90 persen, keadaan ini akan mempersulit penanganan pasien gejala berat.
Pencegahan kematian juga dapat dilakukan berdasarkan kelompok usia paling rentan.
Di kelima provinsi tersebut, persentase kematian yang paling tinggi terjadi pada kelompok lansia.
Hal itu dapat disebabkan karena tingginya komorbid atau penyakit bawaan pada lansia, serta imunitas yang semakin menurun seiring bertambahnya usia.
''Sekitar 5-19 persen lansia yang terkena Covid, meninggal dunia,'' terang Wiku.
Anak juga menjadi kelompok rentan apabila luput dari pengawasan. Di kelima provinsi di Pulau Jawa, kematian pada kelompok anak didominasi oleh balita, yaitu sekitar 30-50 persen dari total kematian anak.
Oleh karenanya, Wiku meminta seluruh pemerintah provinsi melihat lebih detail angka kematian akibat Covid-19, dengan terus memantau data kematian secara berkala.
''Khusus pada lima provinsi ini, kenaikan kematian yang tinggi ini harus segera dimitigasi dengan tindakan-tindakan konkret,'' kata Wiku.***