
BENGKALIS, GORIAU.COM - Kemarau panjang yang terjadi sejak hampir dua bulan terakhir, warga yang di Bengkalis mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan minum cuci dan kakus (MCK).
Dari mulai terpaksa mengambil air dari sumber berjarak kiloan meter sampai harus berbondong-bondong untuk memboyong air galon walau harus merogoh kocek.
Seperti yang dialami warga berdomisili di Dusun Parittiung, Desa Jangkang, Kecamatan Bantan. "Kami yang berpenghasilan pas-pasan tak mungkin terus menerus membeli air galon untuk di masak atau di minum. Mau tidak mau harus mengambil air di sumur masjid yang jaraknya sekitar dua kiloan meter dari rumah," ungkap Boinah (40) kepada wartawan di kediamannya, Kamis (13/2).
Kemudian kalangan warga lainnya ada yang rela merogoh kocek dalam-dalam demi memperoleh air galon siap pakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk memasak dan minum di rumah.
"Kemarin untuk memenuhi kebutuhan air untuk minum dan memasak, membeli air galon satu gerobak agar tahannya lebih lama. Kalau untuk mandi masih bisa dengan air merah (gambut, red) dari sumur," ujar Yanto (43), salah seorang warga dari desa yang sama.(jfk)