TELUKKUANTAN - Seiring dengan maraknya kasus Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengeluhkan terbatasnya sarana prasana dan anggaran untuk memadamkan api.

"Kemampuan kita sangat terbatas untuk terjun ke lapangan ketika terjadi Karlahut, apalagi kalau peristiwanya serentak seperti kemaren," ujar Kepala Satpol PP Kuansing, Erdiansyah kepada GoRiau.com, Jumat (19/8/2016) di Telukkuantan.

"Kalau mobil, kita standby empat unit. Semuanya bisa bergerak, selagi lokasi Karlahut masih bisa dimasuki mobil. Kalau tak bisa, itu yang payah. Kita tak punya peralatan selain mobil Damkar ini," lanjut Erdiansyah.

Selain keterbatasan sarana, lanjut dia, Satpol PP juga mengeluhkan tidak adanya anggaran untuk penanganan Karlahut tersebut.

"Untuk makan anggota yang berjibaku menjinakkan api, kita kesulitan. Memang tak ada anggaran, padahal Karlahut merupakan masalah Serius dan kami adalah ujung tombak pemerintah selain instansi vertikal lainnya," jelas Erdiansyah.

Untuk itu, ia berharap Pemkab Kuansing segera membentun Satker yang khusus menangani persoalan bencana. "Sudah seharusnya kita punya BPBD, sehingga pos penganggaran ada di sana untuk bencana ini."

"Ya, mudah-mudahan dalam tahun ini masuk BPBD di SOTK baru," tambah Erdiansyah yang terus memberi masukan ke Bagian Hukum Setda Kuansing agar membentuk BPBD.***