MEDAN – Kelengahan barisan pertahanan harus dibayar mahal oleh skuad PSPS Pekanbaru saat bertandang ke markas PSMS Medan dalam lanjutan Liga 2 Indonesia. Sempat unggul lebih dulu, kemenangan di depan mata buyar usai lini belakang terlambat mengantisipasi serangan lawan pada laga yang berlangsung Sabtu (28/3/2026).

Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, menyayangkan kelalaian anak asuhnya yang membuat gawang Erlangga Setyo kebobolan pada menit ke-66. Gol penyeimbang yang dicetak pemain PSMS, Nazar Nurzaidin, tersebut memaksa pertandingan berakhir imbang 1-1.

"Lawan hampir tidak punya peluang, hanya satu kesempatan. Tapi pemain kami terlambat mengantisipasi pergerakan lawan sehingga mereka bisa mencetak gol," urai Aji dalam konferensi pers usai pertandingan.

Aji menjelaskan, tim tamu sebenarnya tampil mendominasi dan mengontrol jalannya laga sejak menit awal. PSPS sukses membuka keunggulan lewat gol Antonio Gamaroni pada menit ke-26, sebelum akhirnya kecolongan di pertengahan babak kedua.

"Kami berani menyerang, terbukti bisa unggul lebih dulu. Tapi itulah sepak bola, seharusnya tiga poin, kami hanya dapat satu. PSMS juga bukan tim yang jelek, mereka punya materi pemain dan pelatih yang bagus," paparnya.

Sementara itu, pemain PSPS, Vieri Donny, mengaku tetap mensyukuri raihan satu poin dari lawatan tersebut, meski target utama tim adalah membawa pulang poin penuh.

"Alhamdulillah kita bisa dapat satu poin di sini. Meskipun kami dari pemain dan pelatih menginginkan tiga poin, tapi kita syukuri hasil ini," jelas Vieri.

Vieri berharap timnya segera melakukan evaluasi dan fokus untuk menatap laga selanjutnya agar terhindar dari kesalahan serupa. "Untuk pertandingan selanjutnya, semoga kita bisa dapat poin maksimal saat melawan Sriwijaya FC," tambahnya.

Tambahan satu angka dari hasil seri ini belum mampu mendongkrak posisi PSPS di klasemen Grup Barat. Skuad asal Riau tersebut masih tertahan di bawah PSMS Medan yang terus menjaga jarak dalam persaingan papan tengah klasemen. ***