PEKANBARU, GORIAU.COM - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan premium menyebabkan ratusan kendaraan terpaksa antri di sejumlah SPBU untuk menunggu pasokan solar. Tak ayal, kondisi ini menyebabkan kemacetan di beberapa titik di sepanjanh lintas Padang - Pekanbaru.
Warga yang melakukan perjalanan dari Padang ke Pekanbaru, Rahma Syukriah Sy, sekitar pukul 22.35 WIB via sambungan selulernya mengatakan, kelangkaan BBM terjadi pada setiap SPBU dari Padang sampai ke Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Sejumlah kendaraan yang melakukan perjalanan menuju Bukittinggi, Payakumbuh dan Pekanbaru sudah mengalami kemacetan sejak di SPBU Ulak Karang Padang. Namun kemacetan masih bisa kendaraan berjalan merayap hingga ke SPBU Kayu Tanam.
Di SPBU Kayu Tanam misalnya, terjadi kemacetan total sepanjang lebih kurang 4 km dari arah Padang menuju Bukittinggi. Sedangkan kemacetan arah Bukittinggi ke Padang diprediksi dengan keadaan yang lebih kurang sama.
"Sejak dari padang mobil yang kami tumpangi masih bisa berjalan merayap. Namun sampai di Kayu Tanam, lumpuh total," ujar Rahma yang hendak memanfaatkan libur di Kota Bertuah.
"Keadaan ini membuat kendaraan kami tidak bisa melewati jalan itu. kami kejebak macet sudah sejak 4 jam lalu," ulasnya.
Tidak mau mengambil risiko, sejumlah kendaraan dari biro jasa perjalanan (travel) Padang-Pekanbaru memilih balik arah.
Dari Kayu Tanam, kendaraan jasa Perjalanan terpaksa harus berbelok ke arah Pariaman, terus ke Tiku dan melewati Malalak, Kabupaten Agam, Sumbar.
"Ya, rombongan dan banyak travel yang memutar arah. Kami yang diikuti kendaraan travel lainnya, berbelok ke Pariaman, menuju Tiku terus melewati Malalak, Agam untuk mencari akses hingga ke Padang Luar, Bukittinggi. Mudah-mudahan cuaca baik sehingga tak terjadi apa-apa," ungkap Rahma.
Lebih lanjut Rahma mengatakan, meneruskan perjalanan dengan melewati daerah rawan longsor Malalak, Agam sejumlah sopir jasa perjalanan bersepakat via terlebih dahulu.
"Ada sekitar 20 kendaraan yang sepakat memakai akses Malalak. Keputusan ini menanggung risiko, apalagi cuaca lagi ekstrem. Sejak dari Padang hingga kondisi ini saya sampaikan, hujan terus mengguyur. Sebagai penumpang saya takut, tapi ya gimana lagi," tambah Rahma.
Sementara itu, salah sopir biro jasa perjalanan melalui Rahma mengatakan tindakan itu yang terpaksa harus dilewati. Karena, sebelum subuh, penumpang harus sudah sampai di Pekanbaru.
"Meskipun memakan waktu yang lebih lama dari biasanya, akan lebih baik dari pada terjebak macet sampai besok pagi. Karena, diprediksi pasokan solar datang besok pagi dari Pertamina," kata Anto.
Hingga berita ini ditulis, sejumlah kendaraan dari biro jasa perjalanan Padang ke Pekanbaru sedang berjuang memutar arah ditengah macet, pada jalan lintas Padang-Pekanbaru tepatnya di SPBU Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumbar. (li)