PEKANBARU - Anggota DPR RI Dapil Riau, Jon Erizal pulang kampung ke Kabupaten Bengkalis mengajak Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan bersamanya. Hal itu ia lakukan agar pemerintah pusat dapat mengetahui langsung bagaimana kondisi daerah perbatasan Indonesia yang ada di Riau dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

Pria kelahiran Kampung Parit Bangkung Bengkalis ini pun mengatakan, bahwa pembangunan dan pemerataan ekonomi di daerah perbatasan, khususnya di Pulau Rupat Bengkalis belum menyentuh masyarakat secara keseluruhan. Contohnya saja dalam hal ketersediaan listrik, air bersih dan lapangan pekerjaan.

Begitu melekat diingatannya sejak mengenyam pendidikan di bangku SD dan SMP, Jon Erizal semasa kecil dan masyarakat di Kampung Parit Bangkung hanya bisa bergantung pada air hujan dikarenakan susahnya mendapatkan air bersih.

"Pertama sebagai wakil masyarakat Riau yang ada di Jakarta. Kita harus berupaya terus mendukung pemerintah daerah agar perhatian pusat itu semakin meningkat. Di Riau, ada hal-hal yang menjadi fokus pemerintahan, yaitu bagaimana membangun daerah perbatasan dengan pihak luar negeri. Di sana menjadi fokus mengingat gampang sekali masuk pengaruh-pengaruh luar," kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut kepada GoRiau.com di VIP Lancang Kuning Pekanbaru, Selasa (29/8/2017) malam.

Ia mengungkapkan, Riau memiliki banyak daerah yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia dan Singapura , diantaranya Pulau Rupat, Pulau Bengkalis, Pulau Rangsang (Kepulauan Meranti), dan Bagansiapi-api (Rokan Hilir). Jika tidak didukung dengan pemerataan ekonomi, Jon pun khawatir masyarakat yang berada di perbatasan rawan 'termakan' isu ketimpangan sosial dan lebih tergiur dengan 'rumput hijau' negeri tetangga.

"Informasi dari PLN, listrik di Rupat sudah tercover 60-70 persen dann secara umum ini cukup tinggal 30 persennya lagi. Tetapi bukan itu saja permasalahannya. Di seberang kita ada negara yang terang benderang, kalau masuk isu yang negatif kepada kelompok yang 30 persen itu, nanti mereka resah. Kita nggak mau, pokoknya NKRI harga mati. Kita memastikan ini jangan terganggu," ungkapnya berapi-api.

Ia pun meminta agar Menteri ESDM melalui PLN dapat segera menuntaskan pemenuhan kebutuhan listik di Rupat dan daerah-daerah perbatasn lainnya yang ada di Riau.

"Makanya saya berharap kelompok yang 30 persen ini disapu bersih, semua dialiri listrik. Di sana juga daerah yang sebelumnya banyak menssuport APBN di puaat, untum itu harus mendapat perhatian juga," harapnya.

Kemudian, persoalan ketersediaan air bersih, Jon pun berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dapat membangunkan sumber air untuk memenuhi apa yang sudah didamba-didambakan masyarakat sejak belasan tahun lalu.

"Ini akan dibagunkan sumber air di sana. Pak Gubri bilang direncanakan 2018. Coba ini dipercepat. Kita pernah undang Menkeu untuk ke Bengkalis dan ini ESDM untuk hadir di Riau. Semoga beliau bisa merasakan kondisi yang ada di perbatasan," tuturnya. ***