JAKARTA, GORIAU.COM - Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) akan mulai menggelar seleksi nasional Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) SEA Games XXVII Myanmar pada 27-30 Mei mendatang melalui kejuaraan nasional Wushu yang dilangsungkan di Provinsi Riau.

Kejurnas tersebut akan menciutkan jumlah atlet Pelatnas Wushu dari 29 atlet yang ada sekarang menjadi hanya tinggal 23 atlet.

"23 itu kami sesuaikan dengan nomor pertandingan yang akan dilombakan di Myanmar, tapi untuk komposisi tim inti kami belum bisa menentukan karena Wushu biasanya kan berdasarkan kuota melalui petunjuk pelaksanaan (Juklak) yang dibuat oleh panitia SEA Games, dan sampai sekarang Myanmar belum memberikan juklak tersebut," jelas manajer Pelatnas Wushu, Novita kepada Media Indonesia, Selasa (9/4/2013).

Novita mengungkapkan, PB WI sebenarnya juga akan menggelar seleksi pada 26 April mendatang, namun seleksi tersebut dikhususkan bagi atlet yang akan memperkuat Wushu Indonesia di ajang Islamic Solidarity Games (ISG).

Menurut Novita, hingga kini belum ada kebijakan dari PB WI apakah ajang ISG juga akan menurunkan atlet Pelatnas SEA Games.

Setelah melakukan seleksi, lanjut Novita, 2 orang atlet Wushu yang sebelumnya menjadi 4 besar terbaik di kejuaaran dunia di Turki akan melakukan uji coba di ajang World Games di Cali, Kolombia awal Agustus mendatang.

Dua atlet tersebut adalah Ivana Ardelia Irmanto dan Lind Swell.

"Sebetulnya kita ada 3 atlet yang menempati 4 besar di nomornya pada kejuaraan dunia tapi yang satu lagi ternyata nomornya tidak dipertandingkan jadi kita hanya bisa turunkan dua atlet saja," imbuh Novita.

Namun demikian, Ivana mengeluhkan perhatian pemerintah terhadap Pelatnas Wushu yang telah digelar sejak Oktober tahun lalu. Ia mengungkapkan, hingga saat ini, PB WI belum juga menerima peralatan Pelatnas yang sudah diajukan sejak awal Pelatnas. Peralatan yang diajukan oleh PB WI umumnya merupakan senjata yang memang harus diimpor dari China.

Selain peralatan, Novita juga mengeluhkan jatah vitamin bagi para atlet Wushu. "Dari 5 jenis yang kita minta hanya dikabulkan 2 jenis, itupun tiap atlet hanya mendapatkan jatah 20 butir sebulan, ini kan jelas tidak cukup," tukasnya.

Uang saku atlet dan pelatih Pelatnas sejak Januari 2013 diakui oleh Novita pun belum sampai ke rekening atlet dan pelatih. Ia berharap proses pencairan uang saku tersebut bisa segera selesai.

"Walaupun begitu kami tetap akan latihan dengan optimal agar bisa membantu Indonesia menjadi juara umum SEA Games," pungkasnya. (mtv)