PEKANBARU, GORIAU.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Kamis (29/10/2015) sore merilis, bahwa langit Kota Pekanbaru, Riau, sudah tidak lagi diselimuti kabut asap. Ini jadi kejadian 'langka' yang jarang dinikmati warga Kota Bertuah, selama hampir tiga bulan belakangan.

"Pekanbaru sore ini kita pantau sudah tidak lagi diselimuti asap. Tentunya juga akan mempengaruhi kualitas udara yang juga akan semakin membaik. Kita lihat jarak pandang juga normal, berkisar empat kilometer," sebut Kepala BMKG stasiun Pekanbaru, Sugarin.

Hanya saja dibeberapa daerah lainnya di Riau, kabut asap terpantau masih ada, namun sudah tidak begitu pekat lagi alias kabut asap tipis. "Seperti pantauan kita di Rengat masih berasap, jarak pandang lima kilometer. Daerah pantauan lainnya seperti Dumai dan Pelalawan sudah tidak ada (asap)," urainya.

BMKG, sambung Sugarin, memprediksi kalau secara umum, cuaca Riau masih akan berawan dan sebagian diselimuti asap tipis. Peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih dapat terjadi, dengan disertai petir dan angin kencang. "Khususnya pada siang dan sore atau malam hari, di sebagian besar wilayah Riau," katanya.

Hanya saja yang perlu diwaspadai, adalah jumlah titik panas dan titik api. Dimana sampai kini sebagian wilayah Sumatera masih mendominasi. "Pantauan satelit Terra dan Aqua, ada 109 titik panas di Sumatera, 77 titik diantaranya di Sumsel, empat titik panas di Riau dan satu titik panas di Jambi dan Bengkulu," sebut Sugarin.

"Empat titik panas di Riau ini tersebar di Bengkalis dua titik panas, dan satu titik panas di Kuansing dan Rohul. Sementara untuk titik api kita hitung ada tiga, yakni di Bengkalis, Kuansing dan Rohul, dengan masing-masing satu titik panas," tutupnya. ***