PEKANBARU, GORIAU.COM - Kedatangan rombongan Menteri di gedung daerah Pekanbaru, Senin (8/6/2015), diwarnai aksi unjuk rasa dari puluhan massa yang menyebut dirinya Front Perjuangan Rakyat (FPR). Mereka menuntut Menteri bisa bersikap tegas menghentikan monopoli dan perampasan tanah milik masyarakat oleh perusahaan besar.

Dengan membawa berbagai macam spanduk tuntutan, puluhan massa ini menyeruduk gerbang kediaman kantor gubernur, tempat rapat koordinasi khusus dilaksanakan para Menteri dan pejabat pemerintah provinsi Riau. Malahan massa sempat menggelar aksi tidur di aspal, tepatnya di depan pintu gerbang.

"Para Menteri kesini membahas tentang lahan. Kami kesini membawa beberapa berkas terkait sengketa lahan yang nyata-nyata menindas masyarakat kecil. Ini fakta, para Menteri tolong datangi kami kesini. Kami ini juga wakil rakyat. Kenapa dilarang masuk," teriak koordinator lapangan dengan pengeras suara.

Massa juga mendesak lima tuntutan lain, yakni mendesak adanya penerbitan Perda yang mengatur tata kelola lahan yang harus berpihak kepada masyarakat. Selain itu pendemo juga meminta agar Menteri menindak adanya monopoli dan perampasan lahan rakyat.

Tuntutan lainnya mendesak dihentikannya kriminalisasi terhadap para petani di daerah, cabut izin perusahaan yang nyatanya adalah pelaku pembakar lahan. "Selain itu kami juga menolak kebijakan master plan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia," lanjutnya.

Pada aksinya, massa juga menyanyikan beberapa lagu, untuk menyindir sikap aparat penegak hukum dan pemerintah daerah yang nyata nya berpihak kepada perusahaan berduit dan pengusaha asing. Mereka juga meledek para Menteri dengan memberikan (maaf pantat,red) ke arah gedung megah tersebut, karena kesal aksinya tidak mendapat respon.

Hingga berita diturunkan, aksi massa masih berlangsung, dengan dikawal oleh aparat kepolisian dan anggota Satpol PP. (had)