
PEKANBARU - Jumlah titik panas (hotspot) imbas dari pembakaran lahan di Provinsi Riau meningkat tajam, Rabu (10/8/2016) sore. Menurut pantauan satelit, ada 29 hotspot yang menyebar di delapan kabupaten. Bahkan kebakaran lahan juga sudah melanda Kota Pekanbaru.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Rabu sore merilis, setidaknya ada 29 sebaran hotspot di Riau, di mana 13 spot diantaranya berpotensi sebagai titik api, dengan confidence di atas 70 persen.
Dirincikan, 29 titik panas ini terdapat di Inhu dan Rohul dengan masing-masing satu hotspot, Kepulauan Meranti dua hotspot, Siak tiga hotspot, Kampar empat hotspot, Bengkalis dan Dumai masing-masing lima hotspot dan Pelalawan delapan hotspot.
"Untuk yang level confidencenya di atas 70 persen terdeteksi di Kepulauan Meranti, Pelalawan dan Rohul dengan masing-masing satu titik. Di Bengkalis, dan Kampar masing-masing tiga titik serta Dumai empat titik," kata Kepala BMKG stasiun Pekanbaru, Sugarin.
Satuan Tugas (Satgas) darat dan udara sudah dikerahkan ke lokasi lahan yang terbakar, termasuk di Pekanbaru, di mana ada sekitar tiga hektar lahan yang didominasi semak belukar di daerah Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki gosong dilahap api.
Bahkan daerah tersebut sudah digempur 42 kali bom air (waterbombing) dari udara dengan menggunakan helikopter Mi-8. Tidak cuma itu, Kapolda Riau, Brigjen Pol Supriyanto bahkan turun langsung ke sana meninjau kondisi kebakaran lahan tersebut.
"Kita berharap kebakaran lahan ini teratasi hari ini juga. Kita ke sini memastikan itu," sebut Kapolda Riau, Brigjen Supriyanto, kepada GoRiau.com di lokasi kebakaran lahan di Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Rabu petang. ***