
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sudah memastikan tidak akan menyuntik atau menyertakan modal untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kecuali jika perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut sudah bisa go publik.
Namun untuk mencapai itu, tentu saja BUMD terkait harus bisa memperbaiki manajemen dan internal secara keseluruhan. apabila BUMD tidak sehat, otomatis tidak akan dibantu Pemprov Riau.
Andi Rachman (biasa disapa, red) berharap, agar BUMD yang ada saat ini harus menata dengan baik pengelolaannya. Sehingga, dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan keuntungan.
"Kita tidak akan tambah modal untuk BUMD ini. Biarkan sehat dulu, nanti kita lihat dulu sampai dimana," sebutnya.
Untuk itu, pihaknya mendorong, agar BUMD Riau harus go publik. Tentunya harus masuk bursa terlebih dahulu. "Kita akan dorong BUMD itu go publik. Tapi persyaratan masuk ke bursa itu banyak. Sehatkan dulu BUMD baru investor tertarik," kata Andi Rachman.
Seperti diketahui, berdasarkan hasil audit tim BPKP Riau hanya dua BUMD yang dinyatakan mampu memberikan keuntungan kepada Pemerintah Provinsi Riau. Keduanya, PT Bank Riau Kepri (BRK) dan PT Bumi Siak Pusako, dengan menyumbangkan Rp583 miliar.
Sementara sisanya hanya memberikan sumbangan di bawah Rp10 miliar. BUMD paling parah adalah PT Riau Airlines (RAL) dan PT Riau Petroleum. Kedua BUMD tersebut tak pernah memberikan kontribusi apapun kepada pemerintah Provinsi Riau.***