PEKANBARU, GORIAU.COM - Pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) akhir-akhir ini kembali sering melakukan pemadaman listrik secara bergilir. Kondisi itu menurut perusahaan ini disebabkan adanya pemeliharaan sistem pembangkit.

Kemudian, pemadaman dilakukan juga karena kebutuhan listrik di Provinsi Riau yang terus mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya. "Dan itu menandakan satu daerah dalam pertumbuhan perekonomian yang baik," kata Humas Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Sarno kepada pers di Pekanbaru, Rabu (26/3/2014).Beberapa tahun lalu, kata dia, kebutuhan konsumsi listrik Riau daratan masih berkisar di bawah 400 Mega Watt (MW). Namun pada 2013, telah menembus angka 450 MW.Bahkan, lanjut kata dia, memasuki 2014 yang baru berjalan kurangdari tiga bulan, telah terjadi peningkatan kebutuhan konsumsi energi listrik hingga 24 MW.Bayangkan saja, kata dia lagi, saat ini kebutuhan listrik di Riau daratan telah mencapai 474 MW, meningkat sekitar 24 MW hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan. "Namun kondisi ini bukan berarti menjadi ancaman bagi daerah, malahan positif, menandakan daerah itu tengah dalam pertumbuhan perekonomian yang baik," katanya.Menurut dia, suatu wilayah atau daerah yang terus dipadati penduduk dan berbagai unit usaha atau industri, berarti sirkulasi ekonomi berjalan baik.Nah, kata dia, kondisi ini yang kemudian menyebabkan turut meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat. "Kondisi ini yang harus diimbangi oleh PLN sebagai perusahaan kelistrikan yang dipercayai oleh negara dan masyarakat," katanya.Sarno menjelaskan, saat ini pihaknya terus berupaya memenuhi konsumsi listrik dengan berbagai cara, salah satunya terus membangun pembangkit hemat energi.Kemudian, lanjut kata dia, melakukan sinergitas antara perusahaan listrik negara dengan menginterkoneksikan seluruh jaringan kelistrikan. "Dan mudah-mudahan, tahun ini juga akan ada pasokan energi baru sebesar 200 MW jika Pembangkit Listrik  Tenaga Uap (PLTU) Tenayanraya selesai pengerjaan dan dioperasikan," katanya. (fzr/ant)