PEKANBARU, GORIAU.COM - Kabut asap dampak kebakaran lahan kembali menyelimuti beberapa kabupaten/kota di Riau, akibat dari adanya Siklon Tropis Gillian atau daerah tekanan rendah yang terjadi dalam beberapa hari ini. Walau demikian, kondisi itu belum menyebabkan polusi asap sampai ke Malaysia atau Sigapura.

"Sejauh ini arah angin masih konsisten dari Riau menuju ke Barat Daya sehingga tidak akan sampai asap ke Malaysia atau Singapura," kata Slamet Riyadi selaku Kepala Bidang Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru kepada pers di Pekanbaru, Rabu (26/3/2014).Memang, demikian Skamet, potensi kebakaran lahan dan hutan di daratan Pulau Sumatera khususnya Provinsi Riau kembali tinggi akibat adanya fenomena Siklon Tropis Gillian itu.Siklon Tropis tersebut menurut dia berpusat di sebelah Selatan Pulau Jawa, dampaknya masa udara di Riau tertarik ke sana.Kondisi itu yang menurut dia kemudian menyebabkan Provinsi Riau yang tadinya mulai dilanda hujan kembali kering.       Namun menurut Slamet lagi, kondisi kering hanya akan bertahan hingga hari ini, dan sangat besar kemungkinan siklon tersebut sudah akan hilang esok. "Besok sudah mulai basah lagi atau potensi hujan kembali ada untuk sebagian Riau," katanya.Siklon Tropis Gillian sejak beberapa hari terakhir dikabarkan telah menyebabkan terjadinya meningkatan jumlah titik panas (hotspot) di daratan Pulau Sumatera khususnya Riau.Satelit Terra pada Selasa sore (25/3) merekam kemunculan 728 titik panas di daratan Pulau Sumatera dan terbanyak masih di Provinsi Riau dengan jumlah menembus angka 505 titik.Data Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kabut Asap yang diterima Antara menyebutkan, "hotspot" Riau berada di seluruh wilayah kabupaten/kota.Terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hilir yakni mencapai 104 titik, disusul Pelalawan dengan jumlah menembus angka 101 titik dan Bengkalis dengan 68 titik. (fzr/ant)