BENGKALIS, GORIAU.COM - Meski lebaran tinggal 2 minggu lagi, tapi harga karet belum memperlihatkan tanda-tanda akan naik. Kondisi ini sungguh membuat petani mengeluhkan, ditambah lagi harga sebagian kebutuhan pokok naik.

Seperti diungkapkan, Saleh (54), petani karet Desa Simpang Ayam, Kecamatan Bengkalis, Senin (14/7/14), harga getah (ojol) saat ini sangat murah, satu kilogram tidak cukup buat beli 1 kg beras, apa lagi mau beli yang lain-lain.

 Menurut bapak dua orang anak ini, harga karet yang murah dan tidak seimbang dengan harga kebutuhan pokok yang kian merangkak naik. Harga karet saat ini berkisar Rp6.500-Rp 7.500/kg di tingkat pedagang pengecer.

 ''Tahun lalu harga karet stabil di kisaran Rp12.000/kg. Namun saat ini untuk mencapai harga Rp10.000/kg saja sudah sangat susah, hanya berkisar Rp6.500 saja, itupun kadang ada juga yang Rp6.000 per kilonya,'' keluhnya.

 Murahnya harga karet ini telah berlangsung hampir tujuh bulan belakangan ini, sehingga petani karet terpaksa mencari alternatif usaha lain untuk menambah penghasilan.

 ''Memang terasa beratlah, terutama untuk kebutuhan anak sekolah, ini kan tahun ajaran baru. Tidak lama lagi hari raya, sementara penghasilan kita rata-rata dari getah inilah,'' paparnya.

 Ia mengaku tidak mengetahui apa penyebab anjloknya harga karet dan berharap dalam waktu dekat bisa kembali naik di atas Rp1.0000/kg.(jfk)