SELATPANJANG - Guru bantu Provinsi Riau yang mengabdi di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjual barang-barang berharga. Ini dilakukan guru bantu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan membayar hutang setelah gaji 5 bulan yang mereka tunggu tak kunjung cair.

Informasi ini disampaikan langsung oleh beberapa guru bantu provinsi ketika ditemui di Selatpanjang, Rabu (11/5/2016).

"Kami harus berhutang untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena, gaji tak kunjung diterima hingga sekarang," kata Syafrizal, yang kemudian diaminkan beberapa guru lainnya.

Ditambahkan beberapa guru perempuan, bahkan diantara mereka ada yang sudah menjual emas. Itu dilakukan, mengingat banyaknya kebutuhan sehari-hari ditambah harus membayar hutang. "Tak sedikit diantara kami menjual cincin, kalung emas, dan barang lainnya," kata beberapa guru perempuan.

Malah, yang paling menyedihkan, kata Syafrizal lagi, ada guru yang tinggal di Semuku Pulau Merbau tidak bisa menyiapkan ongkos ke Selatpanjang saat hendak menemui pihak Disdikbud Meranti, Rabu pagi. Guru di Semukut ini hanya bisa menitip salam seraya menunggu hasil pertemuan. "Ada guru bantu yang tinggal di Semukut mengaku tak ada duit tambang (uang untuk ongkos, red) ke Selatpanjang," beber Syafrizal.

Terkait masalah keterlambatan pembayaran gaji guru bantu ini, Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs H Said Hasyim mengaku kemarin memang ada terjadinya beberapa kendala. Seperti adanya dua peraturan gubernur terkait pemberian hibah dari Provinsi ke daerah sehingga banyak daerah kabupaten kota yang mengalami kesalahan saat administrasinya.

"Rata-rata semua kabupaten kota ada kesalahan, tetapi kemarin kita sudah lengkapi dan sudah lengkap untuk kita serahkan kepada provinsi," kata Said Hasyim yang juga meminta guru bantu bersabar. ***