
SELATPANJANG - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau telah membakar lebih dari lima hektare lahan yang merupakan areal vegetasi semak bergambut.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setyawan, S.H, S.IK turun langsung membantu melakukan pemadaman sejak Rabu 24-25 Juli 2024. Turut mendampingi, Wakapolsek Rangsang Ipda ABD. Haris Damanik dan Kanit II Sat Intelkam Polres Meranti Ipda Yosef Hendrawan, S.H.
Orang nomor satu dijajaran Polres Kepulauan Meranti yang tergabung ke dalam Tim Penanganan Karhutla itu bergerak menuju Pelabuhan Peranggas Jalan Tebing Tinggi Kelurahan Selatpanjang Kota Kecamatan Tebing Tinggi untuk selanjutnya menuju ke lokasi TKP Karhutla yang berada di Desa Tanjung Kedabu Kecamatan Rangsang Pesisir.
Tiba di lokasi, Kapolres dengan mengenakan seragam coklat ikut berjibaku memadamkan api yang telah membakar lahan warga di Desa Tanjung Kedabu Kecamatan Rangsang Pesisir.
Selama dua hari berturut-turut, Kapolres ikut berjibaku melakukan pemadaman hingga akhirnya api berhasil dipadamkan berkat kerjasama tim dan pihak terkait lainnya, baik TNI-Polri, BPBD, MPA, pihak perusahaan maupun masyarakat setempat.
Dijelaskan Kapolres AKBP Kurnia, adapun kronologi kejadian karhutla diketahui pada Senin 22 Juli 2024 sekira pukul 14.00 WIB Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Kedabu Aipda Daniel User mendapat informasi dari Kepala Dusun 3 Kampung Api-api, Kamarudin bahwa telah terjadi kebakaran lahan di daerah Desa Tanjung Kedabu.
"Mendapat informasi itu, Bhabinkamtibmas dan MPA Desa menuju TKP untuk melakukan pemadaman bersama masyarakat Desa Tanjung Kedabu. Untuk kondisi saat ini api di TKP Karhutla Desa Tanjung Kedabu sudah padam, namun terus dilakukan pendinginan oleh Tim di lapangan agar tidak menimbulkan titik api baru yang dapat meluas dan melebar, dan saat ini pendinginan masih berlangsung," ungkapnya.
Untuk itu, Kapolres juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena sangat rentan dengan terjadinya Karhutla di Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Jangan membuka lahan dengan cara membakar, sayangi masa depan anak cucu generasi kita. Mari bersama menjaga agar tidak tidak terjadinya karhutla," pesannya. ***