
MERANTI - Tim SAR Gabungan menemukan satu korban meninggal dunia dalam operasi pencarian insiden kapal pompong yang tenggelam di perairan Desa Mengkikip, Kabupaten Kepulauan Meranti. Hingga operasi hari ketiga, Rabu (5/8/2026), satu penumpang lainnya masih berstatus hilang dan dalam tahap pencarian intensif.
Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra mengonfirmasi insiden perairan tersebut. Kecelakaan yang menimpa angkutan air itu terjadi, Minggu (3/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan laporan dari Kanit Polair Meranti, armada pompong tersebut bertolak dari Kampung Balak pukul 08.00 WIB dengan tujuan Sungai Metas. Kapal angkut tersebut membawa empat orang penumpang yang dijadwalkan mengambil dan menebang pohon sagu di lokasi tujuan.
"Saat melintas di perairan Desa Mengkikip, kapal dilaporkan karam," jelasnya.
Dari total empat penumpang, dua orang atas nama Iv (30) dan B (30) yang merupakan warga Desa Kampung Balak berhasil menyelamatkan diri. Sementara dua penumpang lain, yakni Ibl (25) warga Kampung Balak dan Am (50) warga Desa Teluk Belitung, sempat dinyatakan hilang dan memicu pengerahan operasi pencarian darurat oleh unsur SAR setempat.
Upaya pencarian mulai digelar Minggu sore (3/8/2026) dengan menerjunkan tujuh personel Unit Siaga SAR Meranti. Tim berkoordinasi dengan unsur terkait dan menyisir radius lokasi kejadian. Pencarian terus berlanjut hingga Selasa (4/8/2026) dengan perluasan area mencapai 5 mil laut persegi, meski hasilnya masih nihil.
Memasuki hari ketiga pencarian, Rabu (5/8/2026), area penyisiran diperlebar menjadi 7 mil laut persegi. Titik terang didapat saat tim menerima laporan dari masyarakat pukul 12.25 WIB mengenai penemuan jasad korban.
"Korban atas nama Am dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka," urainya.
Setelah merampungkan proses evakuasi jasad Am, Tim SAR Gabungan langsung melanjutkan penyisiran permukaan perairan hingga pukul 18.00 WIB. Operasi ini difokuskan penuh untuk menemukan satu korban tersisa, yakni pemuda berinisial Ibl.
Hingga matahari terbenam, korban kedua belum berhasil ditemukan. Operasi pencarian hari ketiga dihentikan sementara dan dijadwalkan kembali berlanjut, Kamis (6/8/2026) pukul 07.00 WIB. Seluruh unsur SAR gabungan akan kembali dikerahkan untuk menyisir hilir perairan sesuai dengan rencana operasi yang telah ditetapkan. ***