
SELATPANJANG – Kapal Layar Motor (KLM) Setia Bersama dilaporkan tenggelam di Perairan Selat Rengit, Desa Ketapang, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (22/6/2026) sekitar pukul 00.00 WIB. Beruntung, nahkoda beserta seluruh anak buah kapal (ABK) berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kecelakaan laut itu langsung mendapat perhatian dari Satpolairud Polres Kepulauan Meranti bersama Kantor Syahbandar Selatpanjang setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya kapal yang karam di wilayah perairan tersebut.
KLM Setia Bersama yang dinakhodai Sudarman diketahui berangkat dari Pelabuhan Perawang, Provinsi Riau, dengan tujuan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Kapal tersebut mengangkut berbagai barang ekspedisi, termasuk kertas HFS dan toren air merek Penguin.
Berdasarkan informasi awal, saat kapal memasuki kawasan Kuala Selat Rengit pada Senin dini hari, kapal diduga mengalami kemiringan ke sisi kanan hingga akhirnya tenggelam. Sejumlah muatan yang dibawa kapal hanyut terbawa arus laut.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH melalui Kasat Polairud Polres Kepulauan Meranti IPTU Abdul Roni, SH membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihak Satpolairud menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 10.30 WIB mengenai adanya kapal yang karam di Perairan Selat Rengit.
"Begitu mendapat laporan, personel langsung berkoordinasi dengan Syahbandar Selatpanjang karena muatan yang tercecer di laut berpotensi mengganggu alur pelayaran," ujar IPTU Abdul Roni.
Tim gabungan kemudian bergerak menuju titik lokasi kejadian. Namun, saat tiba di lokasi, petugas hanya menemukan serpihan dan sebagian muatan yang masih mengapung di permukaan laut. Sementara badan kapal sudah tidak terlihat.
Untuk mengantisipasi bahaya bagi kapal yang melintas, personel Satpolairud bersama masyarakat setempat berupaya memindahkan sebagian barang yang terapung ke bibir pantai agar tidak menghambat aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.
Ketika melakukan penyisiran di sekitar pesisir Desa Ketapang, petugas memperoleh informasi dari para nelayan bahwa nahkoda dan seluruh kru KLM Setia Bersama telah berada di Selatpanjang guna melaporkan kejadian itu kepada pihak Syahbandar.
Petugas kemudian menuju Kantor Syahbandar Selatpanjang dan mendapati nahkoda Sudarman bersama para ABK dalam keadaan sehat dan selamat.
"Alhamdulillah seluruh awak kapal berhasil menyelamatkan diri dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," kata IPTU Abdul Roni.
Selain mendatangi tempat kejadian perkara, Satpolairud Polres Kepulauan Meranti juga melakukan koordinasi dengan pihak Syahbandar Selatpanjang untuk penanganan lebih lanjut. Proses penyelidikan masih dilakukan guna mengetahui penyebab pasti kapal mengalami kemiringan hingga tenggelam.
Apabila nantinya ditemukan adanya unsur pelanggaran atau tindak pidana, pihak Syahbandar akan berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Kepulauan Meranti untuk proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasat Polairud IPTU Abdul Roni juga mengingatkan para nahkoda dan ABK agar selalu memperhatikan faktor keselamatan pelayaran, terutama saat melintasi Perairan Selat Rengit yang memiliki arus cukup kuat.
"Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama. Kondisi kapal, keseimbangan muatan, serta faktor cuaca harus selalu diperhatikan untuk menghindari terjadinya kecelakaan laut," tegasnya. ***