
PEKANBARU, GORIAU.COM - Gedung-gedung termasuk gedung 9 Lantai yang berfungsi sebagai Kantor Gubernur Riau nyaris 'hilang' akibat tertutup kabut asap dampak dari peristiwa kebakaran hutan atau lahan di daerah ini. Hal itu disebabkan jarak pandang hanya menyisakan 500 meter, bahkan akibatnya sejumlah pengendara yang melintas di sejumlah kawasan harus berjalan hati-hati.
Pantau Selasa pagi (2/8/2013), kabut asap tebal tidak hanya menyelimuti ruang udara di sejumlah jalan dan Bandar Udara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, namun juga menutupi ruang udara di pusat kota hingga gedung-gedung milik Pemerintah Provinsi Riau nyaris 'hilang' atau tidak tampak dengan kasat mata.
Salah satunya gedung 9 lantai yang difungsikan sebagai Kantor Gubernur Riau yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, serta menara Bank Riau dan Kepulauan Riau yang berada saling bersebelahan.
Kabut asap tebal membuat cuaca di Kota Pekanbaru seperti mendung akibat sinaran matahari tertutupi ruang udara yang bercampur asap kebakaran lahan. Seorang warga pengendara sepeda motor mengaku harus berhati-hati saat melintas di sejumlah ruas jalan tengah kota untuk terhindar dari insiden kecelakaan.
"Mata perih, asap membuat pernapasan jadi terganggu. Jarak pandang juga pendek, jadi harus hati-hati biar tidak celaka," kata Agung (45), seorang pengendara sepeda motor yang menghentikan kendaraannya tepat di depan Kantor Wali Kota Pekanbaru, di Jalan Sudirman, untuk mendapatkan masker yang dibagi-bagikan pihak Dinas Kesehatan setempat.
Tampak sejumlah warga pengendara sepeda motor menutup mulut dan hidung sebagai organ pernafasan utama guna menghindari ragam penyakit akibat kabut asap tebal pagi tadi.
Pihak Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengaku belum mendapat kabar terkait jumlah penderita infeksi saluran pernafasan akut akibat udara yang tercamar asap kali ini.(fzr)