
PEKANBARU, GORIAU.COM - Partai play off yang harus dilakoni Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan untuk merebut satu tiket tersisa di cabang sepakbola PON, akhirnya batal digelar. Kalsel tak hadir di lapangan Stadion Kaharuddin Nasution, Minggu (2/9/2012).
Pertandingan yang seyogyanya digelar sore tadi, batal tanpa ada kejelasan dari tim Kalimantan Selatan. Panitia pun tak bisa bersikap tegas untuk memutuskan hasil yang akan dicapai, meski kesempatan menunggu 2 x 15 menit telah diberikan kepada Kalsel.
Pengawas Pertandingan Zulfahmi mengatakan, dikarenakan Kalsel tidak hadir, pertandingan tidak bisa dilanjutkan. "Hasilnya tidak ada, ini akan kita laporkan ke Pengurus Besar (PB) PON, yang selanjutnya akan melaporkan ke Komite Olahraga Nasional (KONI) pusat," jelasnya.
Dengan demikian apakah Kaltim atau Kalsel yang akan menjadi peserta Cabor Sepakbola di grup C, Zulfahmi mengaku kalau pihaknya hanya sebatas melaksanakan pertandingan play off, dan tidak bisa memutuskan siapa yang akan tampil di PON.
"Ini bukan wewenang kita, kita hanya menjadi panitia ply off, jadi ketika Kalsel tidak datang, kita tidak bisa memutuskan Kaltim menang, sekali lagi partai ini tanpa hasil. Dan ini akan kita laporkan ke PB PON," tegasnya.
Sementara Manager tim Kaltim Dimas Raditya meminta dalam waktu 1X24 jam sudah ada keputusan dari PB PON, karena ini menyangkut kesiapan tim mereka yang pada tanggal 6 mendatang sudah akan melakukan pertandingan.
"Ini juga berkaitan dengan waktu technical meeting yang akan dilaksankan besok, jadi kita harap dalam waktu 24 jam sudah ada keputusan dari PB PON," tegasnya.
Diinformasikan bahwa untuk Cabor Sepakbola PON ini, Kaltim keluar sebagai juara pada ply off untuk wilayah Kalimantan, dan Kalsel menjadi runer up. Atas hasil itu Kalsel melakukan protes karena dinilai Kaltim menggunakan dua orang pemain profesional pada saat play off.
Protes yang dilakukan Kalsel itu diterima KONI pusat, dan memutuskan bahwa Kalsel lah yang berhak mengikuti PON. Namun belakangan Kaltim melakukan proses hukum melalui BAORI, dan BAORI memenangkan gugatan Kaltim.
Atas putusan itu, KONI pusat memerintahkan PB PON agar melaksanakan pertandingan Ply off, hingga nantinya ditetapkan siapa yang akan menjadi wakil Kalimantan.
"Sebenarnya kita mengkhawatirkan harus dilaksanakannya ply off ini, terutama pada wasitnya. Namun kita tetap menghormati keputusan KjONI tersebut, dan hari ini kita datang, tapi Kalsel tidak datang. Ya, semuaunya kita serahkan kembali ke PB PON," ujarnya. (prc)