
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau memberikan penganugerahan Gelar Tokoh Pejuang Daerah Provinsi Riau Tahun 2026 kepada 10 pahlawan yang telah berjasa dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Penghargaan anumerta ini diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, bersama Ketua DPRD Riau, Kaderismanto, dalam rapat paripurna peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau, Minggu (9/8/2026).
Salah satu tokoh yang menerima penganugerahan berdasarkan Keputusan Gubernur Riau Nomor 525/VII/2026 tersebut adalah pejuang asal Indragiri Hilir, Abdul Razak Ardi. Penghargaannya diterima secara simbolis oleh pihak ahli waris, Drs Pahmijan, MPd, yang juga mantan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Riau sekaligus Ketua Kerukunan Keluarga Banjar Riau (KKBR).
Kisah Perjuangan di Sungai Indragiri
Jejak perjuangan Abdul Razak Ardi yang paling melekat dalam sejarah adalah keberaniannya meloloskan diri dari kejaran musuh dengan menyusuri Sungai Indragiri di Rengat. Di tengah situasi yang penuh ancaman dan ketidakpastian, sungai tersebut menjadi jalur utama untuk menyelamatkan diri dan melanjutkan perjuangan.
Sang pejuang wafat pada 23 Maret 1991, bertepatan dengan 7 Ramadan 1411 Hijriah. Kepergiannya meninggalkan tujuh putra-putri, yakni Marsma (Purn) TNI AU Burhanuddin Razak, Dr Raihana Ara, Drs Rizwar Razak, Ir Suhita Razak, Syafrizal Razak, SH, Pebrialin Razak, SE MSi, serta Linda Laila, SH.
"Alhamdulillah, ini tentu kehormatan bagi keluarga Abdul Razak Ardi. Melalui momen HUT Riau ini merupakan kado istimewa atas jasa dan pengabdian almarhum," ucap Pahmijan.
Bagi keluarga besar, penghargaan ini menjadi pengingat berharga sekaligus warisan sejarah bahwa keberanian para pendahulu tetap mendapat tempat terhormat di tengah masyarakat, khususnya masyarakat Banjar dan seluruh rakyat Riau.
Tali Asih dan Penghormatan 10 Tokoh
Sebagai bentuk penghormatan nyata, Pemerintah Provinsi Riau tidak sekadar memberikan sertifikat, melainkan turut menyerahkan tali asih kepada para ahli waris pejuang daerah tersebut.
Selain Abdul Razak Ardi, penghargaan serupa juga dianugerahkan kepada sembilan tokoh pejuang lainnya. Mereka adalah Abdullah Nur (ulama dan politisi asal Bengkalis), Ahmad Maulana (pejuang pengibar bendera di Bengkalis), Tuan Syekh Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi (tokoh penyebar agama dan pendidikan di Mandau), serta Tuan Syekh Usman bin Syekh Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi.
Turut menerima penghargaan adalah Sinmardi Taman alias Pek Sing Tjong, tokoh yang berkontribusi menyuplai amunisi dan makanan dari Singapura serta terlibat memberantas G30S/PKI. Kemudian, Syed Zein Al-Jufri bergelar T Pangeran Kesuma Dilaga (panglima perang asal Siak), Abdul Manaf bin Taher (pengibar Merah Putih di Kepulauan Riau dan Indragiri Hilir), Amir Hoesin Attan (pejuang pendidikan dan agama), serta Tengku Mansyur Chalid yang dikenal luas sebagai pejuang pendidikan sekaligus kemerdekaan. ***