
PEKANBARU – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru memastikan proses belajar mengajar di SD Negeri 127 Pekanbaru tetap berjalan optimal meski sekolah tersebut hanya menerima empat peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius sekaligus bahan evaluasi bagi Disdik untuk menentukan langkah penanganan ke depan.
"Terkait kondisi di SDN 127 yang saat ini tercatat memiliki empat siswa baru, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru memberikan perhatian penuh. Langkah pertama yang kami pastikan adalah proses belajar mengajar bagi empat siswa tersebut harus tetap berjalan dengan kualitas yang sama baiknya dengan sekolah lain. Jumlah yang sedikit bukan berarti pemenuhan hak pendidikan mereka berkurang," kata Syafrian Tommy kepada GoRiau.com, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, Disdik tengah melakukan pemetaan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab minimnya jumlah peserta didik baru di sekolah tersebut.
"Kondisi ini menjadi bahan evaluasi mendalam bagi kami ke depan. Kami sedang melakukan pemetaan komprehensif mengenai faktor penyebabnya, apakah karena pergeseran demografi permukiman, faktor jarak, atau adanya pilihan sekolah lain di sekitarnya," ujarnya.
Hasil pemetaan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan yang paling tepat agar layanan pendidikan tetap berjalan efektif.
"Sehingga kami dapat merumuskan solusi terbaik, baik melalui langkah penataan dengan sekolah terdekat maupun program revitalisasi sekolah, demi efisiensi dan efektivitas pendidikan anak-anak kita," jelasnya.
Sebelumnya, SDN 127 Pekanbaru yang berada di Jalan Tanjung Batu, Kecamatan Limapuluh, hanya menerima empat murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 11 siswa.
Plt Kepala SDN 127 Pekanbaru, Etniyenti, menjelaskan rendahnya jumlah peserta didik baru dipengaruhi perubahan demografi di sekitar sekolah. Kawasan tersebut merupakan permukiman lama yang kini lebih banyak dihuni warga lanjut usia, sementara keluarga muda berpindah ke kawasan permukiman baru.
Selain itu, lokasi sekolah yang berada di dalam gang dan tidak berada di jalan utama juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pilihan orang tua dalam menyekolahkan anaknya. Meski demikian, sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal dan hak pendidikan seluruh peserta didik tetap terpenuhi. ***