SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kepala Desa Bokor, Aminullah, mengaku heran atas penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menyerang anak-anak di desa itu. Pasalnya, lingkungan di Desa Bokor sudah bisa dikategorikan lingkungan bersih dengan program PHBS yang berjalan seperti mana mestinya.
Hal itu disampaikan Aminullah, Rabu (8/7/2015). Ia menanggapi adanya beberapa anak Desa Bokor yang terserang DBD dan dirawat di RSUD Kepulauan Meranti. Kata Aminullah, ia merasa heran dengan kasus DBD yang menyerang warganya. Pasalnya, kata Aminullah, untuk lingkungan sudah bersih.
"Saya juga heran, kok bisa masyarakat kita sering terkena DBD," ujarnya.
Aminullah beranggapan bahwa kesimpulan awal atas kasus DBD ini adalah kelalaian masyarakat atas wadah penampung air hujan yang sering tidak ditutup. Secara teori, tambah Aminullah, harusnya tidak ada lagi kasus DBD. Selain saat ini musim kemarau (sulit air), program PHBS berjalan sepertimana semestinya.
"Dugaan kita ya pada kesadaran masyarakat yang jarang menutup penampungan air hujan. PHBS kita berjalan baik, penyuluhan dan sosialisasi kesehatan sering, di setiap kesempatan pasti kami sampaikan," ujarnya lagi.
Sementara itu, kata Aminullah lagi, kalau untuk respon dari dinas kesehatan melalui puskesmas sudah cepat tanggap. Kemarin saja, ada pembagian abate terbesar yang mencapai 25 kg untuk masyarakat.
"Usaha kita sudah maksimal, namun ini lah hasilnya. Kita imbau masyarakat kita untuk semakin meningkatkan kewaspadaannya dengan menutup rapat tempat penampungan air hujan," ujar Aminullah.
Data di lapangan, setidaknya sejak 2 bulan belakangan sudah ada 3 anak yang terserang DBD. Mereka adalah Ratu, Azan, dan Nona.
(zal)