TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Kondisi asap yang semakin menggila, memberikan dampak yang luar biasa, terutama bagi para pencari nafkah bagi keluarga, seperti hal nya sopir angkutan umum kendaraan laut.

Meski kian hari, lautan semakin diselimuti asap tebal dan jarak pandang semakin sempit, namun hal itu, tidak menyurutkan niat untuk beristirahat mencari uang.

M Hatta, salah seorang supir speedboad mengungkapkan, semenjak adanya kabut asap, memang sangat mengganggu aktifitasnya yang setiap hari harus mengarungi lautan.

Supir speedboad jurusan Tembilahan-Guntung, Indragiri Hilir (Inhil), Riau ini mengaku, jika biasanya jarak tempuh yang dilalui menghabiskan waktu selama 3 jam, karena kabut asap, paling tidak, waktu dalam menaklukkan lautan bisa bertambah selama 1 jam.

''Jarak pandang terbatas, mau tidak mau, kita tidak bisa memacu speedboad seperti biasa,'' sebutnya saat bercerita kepada GoRiau.com, Kamis (10/9/2015).

Jika speedboad dipacu dengan kecepatan biasa, dikatakannya ia menakutkan akan datang speedboad lainnya dari arah yang berbeda.

''Harus hati-hati bawanya, karena tidak kelihatan speedboad lainnya, takutnya, ketika laju, ada speedboad lain,'' tambahnya.

Keselamatan penumpang memang yang paling utama, namun demikian, ia mengaku, terpaksa harus ikut menghirup pekatnya kabut selama dalam perjalanan.

''Biasa saya bawa speedboad mengemudikannya cukup dengan duduk di dalam, tapi karena saat ini pemandangan terbatas, jadi tidak bisa lagi mengemudi dari dalam, karena harus liat langsung ke luar, ya kalaau di luar harus hirup asap juga'' terang Hatta.

Ia sangat berharap, bencana kabut asap ini dapat segera berlalu, karena menurutnya tidak hanya membebani dirinya seorang diri saja, namun juga seluruh masyarakat yang ikut menghirupnya.

''Apalagi speedboad saya hanya speedboad biasa dan terbuat dari kayu, tidak dilengkapi alat pendukung lainnya, tapi ya jangan sampai terjadi apa-apa, semoga saja, kabut asap ini segera sirna,'' harapnya.(ayu)