
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kabut asap sepanjang Rabu (19/9/2012) di Riau semakin tebal. Bahkan kondisi ini mulai terjadi dari pagi hingga sore. Dan matahari tak terlihat mengunjungi permukaan bumi Lancang Kuning.
Sementara itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru juga mencatat bahwa berdasarkan pantauan satalet NOAA 18, diketahui ada sebanyak 631 titik panas se Sumatera. Sedangkan di Riau tercatat 105 titik. Kondisi jelas meningkat dari hari-hari sebelumnya.
''Kondisi ini dibandingkan pada hari-hari sebelumnya, terjadi peningkatan. Selasa (18/9) tercatat se Sumatera ada 250 titik panas di Riau ada 36 titik. Sedangkan Senin (17/9) se Sumatera ada 75 titik, di Riau ada tujuh," katanya.
Kelompok Analis BMKG Stasiun Pekanbaru Yudhistira kepada wartawan, Rabu (19/9/2012) diruangan kerjanya di Kompleks Bandara Udara SSK II mengatakan, jumlah titik dpanas di Riau mengalami peningkatan drastis.
Dari pantauan satelite NOAA 18, kata Yudhistira sebanyak 105 titik panas yang terpantau itu terjadi di Inhu ada 24, Inhil ada 24, Pelalawan ada 21, Kuansing ada 17, Rohul ada 10, Rohil ada 4, Kampar ada 3, Pekanbaru ada 1, Bengkalis ada 1.
Kabut asap yang terjadi di Riau ini semakin tebal disebabkan meningkat kebakaran hutan dan lahan. Ditambah lagi kabut asap ini merupakan kiriman dari provinsi tetangga yang dibawa angin.
''Provinsi Riau, khususnya di Pekanbaru kabut asap semakin tebal. Tetapi tidak mengganggu jarak pandang. kabut asap yang terjadi ini disebabkan akumulasi dan peningkatan cukup drastisnya titik panas dalam beberapa hari belakangan. Juga minimnya curah hujan. Kalau masih tetap seperti ini dalam beberapa hari, maka tidak tertutup kemungkinan kabut asap masih akan tetap bertambah,'' katanya.(rdc)