PONTIANAK - Kabut asap pekat sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dan Barat kini memaksa warga di wilayah perbatasan untuk menahan diri dari aktivitas luar ruangan. Kualitas udara di Pontianak tercatat memburuk hingga menyentuh angka 193, sementara imbas dari polusi ini dilaporkan telah menyelimuti sebagian wilayah Sarawak, Malaysia.

Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) mendeteksi adanya pergerakan kepulan asap dari sejumlah titik panas di Kalimantan. Kepulan tersebut terbawa angin menuju utara dan mulai memasuki wilayah barat Sarawak.

Kualitas Udara Memburuk

Laporan dari sistem Air Pollutant Index Management System (APIMS) milik Departemen Lingkungan Malaysia mengonfirmasi adanya penurunan kualitas udara yang signifikan. Berdasarkan data terbaru pada Senin (10/8/2026) pagi, sembilan daerah di Sarawak masuk dalam kategori tidak sehat atau mencatat Indeks Polusi Udara (API) di atas angka 100.

Kawasan Serian mencatat angka tertinggi yakni 180, disusul Samarahan (163) dan Kuching (162). Wilayah lain yang terdampak meliputi Sibu (158), Mukah (156), Sarikei (154), Sri Aman (153), Bintulu (147), serta Samalaju (142). Selain di Sarawak, kawasan Johan Setia di Selangor juga mencatat kualitas udara tidak sehat dengan angka 153.

ASMC mengeluarkan peringatan bahwa cuaca kering diperkirakan masih akan bertahan di sebagian besar wilayah ASEAN bagian selatan. Situasi iklim ini secara otomatis meningkatkan risiko penyebaran asap lintas batas (transboundary haze).

Pantauan Satelit BNPB

Menanggapi fenomena ini, pemerintah pusat segera mengambil langkah koordinasi. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago memimpin langsung rapat khusus untuk membahas potensi dampak asap lintas batas negara pada Senin (10/8/2026).

Plh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dodi Yuleova menjelaskan bahwa transisi musim memainkan peran besar dalam pergerakan asap tahun ini. Angin yang dominan bergerak dari arah tenggara menuju barat membawa sisa pembakaran dari wilayah Indonesia ke arah Malaysia.

"Berdasarkan pantauan citra satelit, asap karhutla terpantau menyeberang ke wilayah Malaysia yang berbatasan dengan Kalimantan Barat pada 4 dan 6-9 Agustus 2026," bebernya.

Dari sisi domestik, kualitas udara di Pontianak pada 9 Agustus 2026 telah menyentuh angka AQI 193. Dodi mengingatkan bahwa angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat, sehingga berisiko tinggi memicu gangguan kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan balita. ***