
PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Koordinator Jaringan Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) Muslim Rasyid, Jumat (8/2/2013) menungkapkan keprihatinannya atas kunjungan Menhut ke Tesso Nilo pekan lalu, yang dinilai telah disusupi kepentingan perusahaan pulp RAPP.
“Kunjungan itu sangat kita sayangkan, karena telah disusupi kepentingan RAPP untuk melakukan pencitraan kepada masyarakat, dan itu menjadi tanda tanya kita, kenapa acara semacam itu harus ada acara simbolis pemberian bantuan oleh RAPP. “ujar Muslim dengan nada bertanya.
Begitu juga bentuk bantuan yang diserahkan perusahaan kertas terbesar se-Asia Tenggara milik Sukanto Tanoto ini sangat tidak setimpal dengan apa yang telah mereka perbuat di Riau dan Pelalawan sendiri.
“Momentum inilah yang dimanfaat RAPP untuk melakukan kampanye pencitraan, bantuan itu sangat tidak sebanding dengan apa yang telah diambil mereka selama ini,'' tambahnya
Seharusnya, untuk konservasi gajah sendiri, sambung Muslim, yang pertama kali diamankan adalah kawasan ekosistem gajah itu sendiri, gimana pun baiknya penanganan kesehatan gajah jika habitatnya rusak maka itu akan tetap jadi masalah.
“Sebagian kawasan hutan di Pelalawan yang dulunya merupakan habitat satwa termasuk gajah telah beralih fungsi menjadi kebun akasia dan kebun sawit, di Ukui yang berdampingan dengan kawasan TNTN, yang mememilki lahan terluas adalah RAPP. ''Seharunya kembalikan fungsi habitat gajah itu dulu, itu yang seharusnya dilakukan Menhut,'' tegasnya. (ilm)