PEKANBARU - Setelah keputusan DPP PDIP mengusung Arsyadjuliandi Rachman - Suyatno sebagai calon gubernur Riau 2018, peta politik spontan berubah. Perebutan koalisi dan kursi memungkinkan pemilihan gubernur (pilgub) 2018 ini hanya akan diikuti dua pasang calon atau head-to-head, yakni Arsyadjuliandi Rachman  -Suyatno dan Lukman Edy - Asri Auzar.

Menanggapi hal itu, Bendahara DPW PKB Sugianto kepada GoRiau.com menyampaikan head-to-head justru sangat diharapkan karena akan menguntungkan pasangan Lukman Edy - Asri Auzar. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sendiri sedang mengupayakan kemungkinan tersebut dapat terealisasikan.

"Memang itu kemauan kita, kita ingin pemilihan gubernur ini bisa head-to-head itu. Makanya kami berkoordinasi dengan seluruh partai, dan Insya Allah hasilnya sudah mulai terlihat," ujarnya.

Sugianto dengan tegas mengatakan bahwa PKB meyakini pasangan Lukman Edy-Asri Auzar merupakan calon terkuat untuk maju sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2018-2022. "Dari kami PKB, yang menurut kami kuat adalah Bapak Lukman Edy. Makanya kami sangat optimis jika nanti hanya ada dua pasang calon dalam Pilgub," tegasnya.

Sugianto menjelaskan alasan optimisnya pasangan Lukman Edy dan PKB dalam Pilgub head-to-head ini disebabkan beberapa hal, salah satunya terkait perkembangan Riau yang selama ini tidak signifikan. Menurutnya masyarakat akan menilai dengan lebih mudah diantara pasangan calon yang hanya dua pasang. Pihaknya mengajak masyarakat untuk kritis dalam menentukan mana yang terbaik untuk Riau.

"Kalau pemilihannya head-to-head itu, kita bisa mengajak rakyat menentukan mana yang terbaik untuk menjadi pemimpin Riau, karena kita lihat juga perkembangan Riau masih seperti ini saja. Jadi rakyat tidak perlu punya banyak pilihan, yang penting bagaimana supaya Riau ini bagus, dengan melahirkan pemimpin yang baru," tuturnya.

Sementara itu, saat diminta konfirmasi mengenai partai-partai lain yang telah berkoalisi, Sugianto menegaskan secepatnya akan mengonfirmasi kabar tersebut pada saat deklarasi. Deklarasi itu kemungkinan akan dilaksanakan pada Januari 2018 mendatang. ***