PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemprov Riau akan manfaatkan rumah-rumah elit di Pekanbaru untuk menampung para atlet Islamic Solidarity Games (ISG). Hal ini untuk mengantisipasi jika kapasitas hotel di Pekanbaru tidak mampu menampung ribuan atlet dan ofisial dari berbagai negara.

Meski belum bisa menginventarisir berapa jumlah atlet dan ofisial, seiring belum finalnya jumlah negara peserta yang akan mengikuti even berskala internasional olahraga negara-negara Islam tersebut. Sebab, bertambahnya negara peserta dari 25 negara yang telah memastikan ikut, diyakini akan berpengaruh juga dengan daya tampung hotel berbintang yang ada di Pekanbaru.

"Kita belum pastikan, kalau dari jumlah negara dan peserta yang sudah pasti masih cukup. Khawatirnya jika ternyata 45 negara juga akan ikut, tentu berpengaruh dan ini tentu harus ada antisipasi," kata Emrizal kepada wartawan, di kantor gubernur, Senin (28/1/2013)

Antisipasi untuk menyediakan rumah-rumah elit di Pekanbaru tersebut memang belum final. Hal itu masih bersifat antisipasi saja. Karena berapa rumah, dan dimana saja rumah lokasinya belum ada ditentukan.

Ada pun alasan Pemprov untuk mengantisipasi dengan menyediakan rumah-rumah elit tersebut, karena untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap tamu-tamu luar negeri. Sebab, penempatan para alet PON ke XVIII di sejumlah hotel biasa saja masih banyak suara-suara miring.

"Ya kita akan berikan yang terbaik. Mereka inikan dari luar negeri," ujar Emrizal.

Karena itu, Pemprov akan terus mengikuti perkembangan informasi kepastian jumlah negara dan peserta yang akan memastikan mengikuti even berskala internasional tersebut. "Kalau saat inikan masih ada 25 negara dengan 3.000 atlet dan ofisial yang datang. Kita khawatirnya kalau lebih dari itu atau 45 negara positip ikut. Maka perkiraan 10.000 orang ini harus dipikirkan," papar Emrizal.

ISG ke III ini sendiri nantinya akan mempertandingkan 17 cabang olahraga. Selain itu ada juga berbagai kegiatan lainnya seperti seminar tentang kebudayaan Islam, pameran termasuk akan berkumpulnya para imam mesjid se dunia di Pekanbaru. (nti/ro)