SIAK - Cahaya terang dengan warna bernuansa Melayu, merah, kuning dan hijau akan terlihat malam hari di Jembatan Tri Bejuangsa, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau

Jembatan Tri Bejuangsa yang merupakan Jalan penghubung kampung Tualang-Kampung Pinang Sebatang yang padat penduduk itu disolek dengan lampu-lampu berwarna.

Nuansa baru itu, ternyata keinginan Bupati Siak Alfedri untuk masyarakat setempat yang sama ini merasa takut melintasi jembatan saat malam hari karena gelap dan sunyi.

"Itu keinginan pak Bupati Alfedri untuk penduduk lokal karena khawatir dengan warga yang melintas di sana. Kondisi gelap menimbulkan rasa tidak aman bagi pengendara," kata Kepala Dinas PU Tarukim Siak Ir.Irving Kahar Arifin, M.Eng, Rabu (1/4/2020) kepada GoRiau.com.

Nuansa baru di Jembatan Tri Bujuangsa di Tualang ini, kata Irving, mendukung program Bupati Alfedri yang komitmen mengembangkan destinasi wisata.

Tidak hanya itu, Bupati Alfedri bersama dua Penghulu di Tualang berjuang ke PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) minta dibuatkan bodi jalan.

"Baru-baru ini Pak Bupati memerintahkan kami agar menciptakan destinasi wisata baru bagi penduduk lokal menjelang RTH Perawang selesai. Alhamdulillah, kita bisa memoles jalan dan jembatan dan berharap tidak dijadikan tempat ngumpul gang kurang positif," kata dia.

Lebih lanjut Irving mengatakan, Bupati Siak akan menciptakan RTH di masing-masing kecamatan. Tujuannya sebagai lokasi dan tempat masyarakat untuk beriteraksi sosial dan mengendurkan syaraf-syaraf yang tegang setelah seharian bekerja.

"RTH tersebut selain sebagai wadah pengembangan program Siak Hijau, juga sebagai kawasan atau Ruang Terbuka Publik (RTP). RTH yang sekaligus RTP. Keinginan pak Bupati ini akan sangat bermanfaat bagi warga lokal," kata Irving.

Di lain tempat, Penghulu Kampung Tualang, Juprianto menyampaikan respon baik dari Bupati Siak Alfedri menanggapi permintaan masyarakat memang sudah teruji.

"Dulu warga takut melintas jembatan malam hari. Tapi sejak seminggu belakangan ini suasana yang dulu gelap, menjadi terang benderang, indah dan tidak menakutkan lagi," kata Juprianto.

Digambarkan Juprianto, Jembatan Tri Bejuangsa tersebut seperti bermandikan cahaya di malam hari. Tiang-tiang jembatan seakan memancarkan cahaya berwarna Melayu sepanjang malam.

"Masyarakat sangat berterimakasih kepada Pemkab Siak melalui Dinas PU Tarukim karena telah menyelesaikan penerangan jalan dan jembatannya, yang selama ini menjadi keluhan masyarakat setempat," ujarnya.

Juprianto dengan segenap jajaran dan unsur pemerintahan kampung bakal terus menjaga kondisi jalan tersebut. Supaya lampu-lampu yang sudah dipasang tidak dicuri orang.

"Selama ini di jembatan itu banyak anak -anak muda berpasangan berpacaran di sana sehingga meresahkan. Setelah diberi lampu yang terang kesan negatif di jembatan mulai hilang," kata dia. (adv)